Suara.com - Absennya atlet-atlet Cina di cabang olahraga angkat besi Asian Games 2018, tidak serta-merta membuat lifter putra andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan cepat gembira.
Sebab, menurutnya masih banyak lifter dari negara lain yang bisa menjadi batu sandungan bagi dirinya dalam mencapai target medali emas di kelas 62 kg putra Asian Games 2018.
"Walaupun Cina tidak datang--absen--cuma yang lainnya juga berpotensi untuk jadi lawan yang berat," kata Eko ditemui di pelatnas angkat besi di Markas Komando Pasukan Marinir II, Senen, Jakarta, Selasa (27/3/2018).
"Saat ini masih ada Korea ya, Korea Utara, Korea Selatan, Jepang, Thailand dan Cina Taipei juga mulai ada ya," lanjut Eko terkait negara-negara yang bakal jadi pesaing Indonesia di kelas 62 kg.
Selain Cina, Kazakhstan juga akan absen di cabor angkat besi Asian Games 2018. Kedua negara dihukum larangan tampil di semua kejuaraan di bawah pengawasan Federasi Angkat Besi Internasional (IWF) selama setahun akibat skandal doping.
Hal ini diketahui IWF setelah pihaknya menganalisis ulang hasil sampel urine para atlet pada Olimpiade 2008 dan 2012.
Selain Cina dan Kazakhstan, negara lain yang juga terkena hukuman serupa, antara lain Rusia, Armenia, Azerbaijan, Belarusia, Moldova, Ukraina, dan Turki. Sanksi tersebut efektif berlaku mulai Oktober 2017.
Berdasarkan aturan dari IWF, bila ada tiga atlet yang positif doping, maka yang dihukum negaranya. Sebaliknya, jika kurang dari itu, maka yang dihukum hanya atletnya.
Baca Juga: Walau Optimis, Eko Yuli Tak Mau Terbebani Target Emas Asian Games
Eko sendiri mengaku akan tetap waspada meski Cina dan Kazakhstan, dua negara yang kerap menjadi langganan medali emas di Asian Games, absen pada perhelatan empat tahunan tersebut, Agustus mendatang.
Terlebih, Eko mengungkapkan masih buta dengan peta kekuatan para rivalnya nanti.
"Untuk tahun ini kita belum tahu data lawan. Jadi makanya kami selalu cuma bisa tetap waspada dan kejar target pribadi," ujar lifter berjuluk Eko Power itu.
Sebelumnya, Dewan Olimpiade Asia (OCA) akhirnya mempertandingkan kelas 62 Kg putra angkat besi di Asian Games 2018 yang sebelumnya sempat dicoret.
Keputusan itu menambah asa tim angkat besi Indonesia untuk menggondol medali emas melalui lifter peraih tiga medali Olimpiade, Eko Yuli Irawan.
Tag
Berita Terkait
-
Dokumen UFO AS Bongkar Objek Misterius Berputar Spiral Pada Ketinggian 41 Ribu Kaki di Asia
-
Resmi! PB Padel Indonesia Jadi Anggota NOC, Buka Jalan Menuju Pentas Dunia
-
Resep Kaya ala Orang Cina: Ketika Strategi yang Tepat Terlihat Seperti Hoki
-
4 Drama China yang Bakal Tayang di Bulan Mei, Mana yang Kalian Tunggu?
-
Jason Donovan Bertekad Pecahkan Rekor Pribadi di Asian Games 2026
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
Terkini
-
Pelatih Hyundai Hillstate Blak-blakan Puji Megawati Hangestri Jelang V-League
-
Profil Hyundai Hillstate: Pelabuhan Baru Megawati Hangestri di Liga Korea Selatan
-
Megawati Hangestri Targetkan Bawa Hyundai Hillstate Juara Liga Voli Korea 2026/2027
-
Megawati Hangestri Resmi Gabung Hyundai Hillstate, Kembali Berkarier di Liga Voli Korea Selatan
-
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Digelar, Fokus Regenerasi Atlet Renang Nasional
-
10 Tim Berburu Tiket Kejuaraan Asia Pasifik di HSBC 2026
-
IHR Piala Raja Mangkunegaran 2026 Sukses Digelar, Padukan Pacuan Kuda, Budaya, dan Hiburan Modern
-
Operasi Kaki dan Bahu Marc Marquez Berjalan Sukses di Madrid, Kini Mulai Rehabilitasi
-
Marc Marquez Jalani Dua Operasi Sekaligus, Kaki dan Bahu
-
Francesco Bagnaia Kecewa Gagal Finis di MotoGP Prancis 2026