Suara.com - Pebulutangkis Indonesia, Tontowi Ahmad mengaku berat bila harus berpisah dengan partner-nya di sektor ganda campuran, Liliyana Natsir.
Untuk diketahui, Butet—sapaan akrab Liliyana—telah membulatkan tekad untuk pensiun dari dunia bulutangkis pada akhir 2018.
Itu artinya, Tontowi harus mencari pengganti Butet yang selama sembilan tahun setia menemaninya memenangi berbagai turnamen bergengsi.
Baca Juga: Indonesia Open: Kevin dan Owi / Butet Diguyur Bonus Ratusan Juta
Owi—sapaan Tontowi—pun ragu dirinya bisa mendapatkan partner yang tepat selepas 'cerai' dengan Butet.
Pertimbangannya, selain sudah klop karena telah sangat lama berpasangan, usia Owi juga tak muda lagi.
Pebulutangkis kelahiran Banyumas, Jawa Tengah, 18 Juli 1987, ini mengatakan butuh waktu lama untuk penyesuaian dengan pasangan lain.
Baca Juga: Dian Sastro dan Mikha Tambayong Jadi Pembawa Obor Asian Games
"Nanti mungkin saya akan ganti pasangan yang baru. Belum tahu siapa tergantung pelatih. Yang pasti lebih berat (adaptasinya dengan pasangan baru), karena sudah lama (9 tahun) sama Butet," kata Owi ditemui di kawasan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (11/7/2018).
"Jadi nanti adaptasi lagi dengan partner baru. Dari segi teknik dan skill juga partner baru susah bisa menyamakan Cik Butet. Tapi apapun keputusan Cik Butet, saya tetap menghargainya," imbuh Owi.
Bersama Butet, Owi sudah memenangi hampir seluruh turnamen bulutangkis bergengsi dunia.
Baca Juga: Setahun 'Puasa' Kemenangan, Rossi Ungkap Kelemahan Yamaha
Mulai dari Kejuaraan Dunia, All England, Olimpiade, Cina Open, Indonesia Open dan SEA Games. Hanya Asian Games, turnamen mayor yang belum diraihnya.
Karenanya, dipenghujung karier Butet, Owi bertekad memenangi Asian Games 2018, yang spesialnya berlangsung di negara sendiri, tepatnya di Jakarta dan Palembang.
Tag
Berita Terkait
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF
-
Performa Menanjak, Dua Pasangan Ganda Putri Ini Masuk Proyeksi Asian Games 2026
-
Atlet Lari Indonesia akan TC ke Kenya sebagai Persiapan Asian Games 2026
-
9 Turnamen Bulu Tangkis Internasional yang Digelar di Indonesia pada 2026
-
Hasil SEA Games 2025 jadi Gambaran Menatap Asian Games 2026
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Isi Proposal OJK dan BEI ke MSCI: Janji Ungkap Penerima Manfaat Akhir Saham RI
-
MSCI Buka Suara Usai Diskusi dengan BEI, OJK dan KSEI Perihal IHSG
-
IHSG 'Kebakaran' di Awal Februari, Menkeu Purbaya: Ada Faktor Ketidakpastian!
-
Pupuk Indonesia Pugar Pabrik Tua, Mentan Amran Bilang Begini
-
Setiap Hari Taruhkan Nyawa, Pelajar di Lampung Timur Menyeberang Sungai Pakai Getek
Terkini
-
Daftar Pemain Indonesia di Kejuaraan Asia Beregu 2026, Anthony Ginting Jadi Kapten Tim
-
PBSI Berharap Gelar Thailand Masters 2026 Jadi Awal Kebangkitan Leo/Bagas
-
Dua Kali Kalah Beruntun di Final, PBSI Beberkan Kekurangan Raymond/Joaquin
-
Banjir Pevoli Asing di Proliga 2026, Kompetisi Makin Kuat atau Alarm Pembinaan Lokal?
-
Juara Thailand Masters, Fadia/Tiwi Masih Punya PR Besar dari Eng Hian
-
Profil Annie Mitchem: Meledak di Proliga 2026, Tembus 118 Poin untuk Gresik Phonska
-
Pertama Kali Juara Super 300, Ubed Ditarget PBSI Tembus Top 15 Ranking BWF Tahun Ini
-
Juara Umum Thailand Masters 2026, PBSI Tegaskan Tahun Ini adalah 'Tahun Prestasi' Menuju Olimpiade
-
Satria Muda Tumbang di Kandang, Coach Djordje Ungkap Faktor Penentu Kemenangan Pelita Jaya
-
Adaptasi Cuaca Ekstrem, Pelari Indonesia Bersinar di Maraton Kelas Dunia