Suara.com - Daud Yordan bersiap jalani tantangan berat melawan Jorge Linares. Duel ini akan memperebutkan sabuk juara dunia tinju kelas ringan WBA (Reguler).
Pertarungan rencananya ini akan digelar pada awal November mendatang. Kedua belah pihak belum menemukan kata sepakat terkait lokasi pertarungan.
Pemilik Mahkota Promotion, Raja Sapta Oktohari, selaku promotor Daud Yordan, menyebut kemungkinan besar duel tersebut bakal digelar di luar Asia.
Baca Juga: Tak Ditarget Medali, Atlet Sofbol Cantik Pasang Target Pribadi
"Ada beberapa opsi terkait lokasi pertarungan Daud Yordan dan Jorge Linares. Kemungkinannya di luar Asia," ujar Okto saat ditemui di kawasan Pancoran, Jakarta, Kamis (9/8/2018).
"Jika memang memungkinkan kami ingin adakan di Asia. Salah satunya digelar di Singapura," lanjut putra dari Wakil Ketua MPR yang sekaligus Ketua Umum Hanura, Oesman Sapta Odang.
"Saya pribadi inginnya di Indonesia. Tapi kalau di Indonesia, pertama biayanya terlalu mahal, tidak ada yang sanggup biayain."
"Kedua nanti disebut jago kandang. Yang jelas Linares pastinya juga menghindari duel ini digelar di Indonesia. Kami juga tidak mau duel ini digelar di Amerika Serikat, karena di sana merupakan kandang dari Linares," jelas Okto.
Jorge Linares memulai karier profesionalnya pada 15 Desember 2002. Dia langsung menang KO ronde pertama pada debutnya melawan petinju Korea Selatan, Kyong-Soo Chung.
Sejak saat itu, Linares telah 48 kali melakoni pertarungan, dimana 44 kali menang—27 diantaranya menang KO—dan empat kali kalah.
Baca Juga: Tiket Upacara Pembukaan Asian Games 2018 Sudah Terjual 70 Persen
Selama kariernya Linares tercatat pernah menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda: kelas bulu WBC, bulu super WBA, dan kelas ringan WBA (Super).
Dalam pertarungan terakhirnya melawan Vasyl Lomachenko, 12 Mei 2018, Linares kehilangan sabuk juara dunia WBA (Super) setelah kalah TKO ronde 10.
Sementara itu, bagi Daud Yordan, Linares merupakan petinju Amerika Latin keempat yang akan dihadapinya setelah Damian David Marchiano (Argentina), Daniel Brizuela (Argentina), dan Cristian Rafael Coria (Argentina).
Berita Terkait
-
Skandal di Piramida Giza! Oleksandr Usyk Menang TKO Kontroversial atas Rico Verhoeven
-
WBA Tolak Rico Verhoeven Jadi Juara Dunia Andai Kalahkan Usyk
-
Perjalanan Hidup Pangeran Tinju di Atas Ring dalam Film Giant
-
Cerita Pemkot Jakarta Timur Redakan Tawuran Lewat Dialog dan Olahraga
-
Pramono Anung Jajal Naik Ring di Kolong Flyover Pasar Rebo
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026
-
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026
-
Akhiri Dominasi ONIC, BTR Berhasil Juarai MPL Indonesia Season 17
-
Alwi Farhan Merasa Lega Berhasil Juara Australian Open 2026
-
Akui Keunggulan Ganda China, Sabar/Reza Harus Puas Finis Runner-up Australian Open 2026
-
Perkuat Jejaring Pengusaha Muda, HIPMI Kota Bekasi Gelar Padelora Fest 2026
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan