Sport / Raket
Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:59 WIB
Pebulu tangkis ganda putri Indonesia, Amalia Cahya Pratiwi dan Siti Fadia Ramadanti saat bertanding melawan ganda putri Jepang Arisa Iragashi/Miyu Takahashi pada babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2026 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (23/1/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Ganda putri Indonesia tersingkir di 16 besar All England 2026 oleh unggulan Jepang dengan skor 15-21, 16-21.
  • Fadia/Tiwi segera fokus menjaga kondisi fisik untuk persiapan menghadapi turnamen Swiss Open 2026 minggu depan.
  • Pasangan tersebut mengakui konsistensi permainan dan minimnya kesalahan sendiri menjadi kunci perbaikan selanjutnya.

Suara.com - Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi langsung mengalihkan fokus untuk menjaga kondisi fisik menjelang Swiss Open 2026 setelah langkah mereka terhenti pada babak 16 besar All England 2026.

Pada pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Kamis waktu setempat, pasangan yang akrab disapa Fadia/Tiwi itu harus mengakui keunggulan unggulan kelima asal Jepang, Yuki Fukushima/Mayu Matsumoto, dengan skor 15-21, 16-21.

Tiwi mengatakan mereka tidak ingin terlalu lama memikirkan kekalahan tersebut karena masih harus mempersiapkan diri menghadapi turnamen berikutnya.

“Masih ada Swiss Open pekan depan jadi kami harus jaga kondisinya jangan sampai turun. Staminanya tidak boleh kendur,” kata Tiwi dalam keterangan tertulis Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Jumat.

Menurut Tiwi, secara permainan mereka sebenarnya sudah mulai menemukan pola yang tepat untuk menghadapi pasangan Jepang tersebut, meski konsistensi permainan masih menjadi kendala.

“Hanya memang konsistensinya masih hilang-hilangan,” sambungnya.

Sementara itu, Fadia tetap bersyukur mereka bisa menyelesaikan pertandingan dengan upaya maksimal meski hasilnya belum sesuai harapan.

Ia menilai peluang untuk mengejar ketertinggalan sempat terbuka, namun beberapa kesalahan sendiri membuat jarak poin kembali melebar.

“Setelah itu kami banyak mati sendiri yang membuat jarak poinnya jauh lagi,” kata Fadia.

Baca Juga: All England 2026: Amri/Nita Ungkap Kunci Menangi Duel Debutan Indonesia

Fadia juga menilai sektor ganda putri menuntut pemain untuk tampil lebih sabar dan efisien karena pertandingan sering berlangsung dalam reli panjang yang menguras stamina.

“Kami harus lebih konsisten lagi. Ganda putri mainnya capek dan reli, jadi harus bisa lebih hemat poin dan tidak banyak buang poin,” ujarnya.

(Antara)

Load More