Sport / Raket
Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:49 WIB
Jelang lawan ranking 3 dunia di perempat final All England 2026, Raymond/Joaquin punya ritual khusus. Fokus makan enak dan tidur nyenyak jadi prioritas utama. [Dok. PBSI]
Baca 10 detik
  • Nikolaus Joaquin menegaskan prioritas utama timnya sebelum laga perempat final melawan Liang Wei Keng/Wang Chang adalah istirahat total dengan makan enak dan tidur nyenyak.
  • Persiapan fisik dan mental ini dilakukan untuk memulihkan kondisi usai menguras tenaga mengalahkan seniornya, Fajar/Fikri, lewat pertarungan tiga gim yang ketat.
  • Setelah kondisi pulih, Raymond/Joaquin baru akan melakukan analisis video dan diskusi taktik bersama pelatih untuk mencari celah mengalahkan pasangan peringkat 3 dunia tersebut.

Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, memiliki ritual pemulihan yang cukup unik namun vital menjelang laga perempat final All England 2026.

Alih-alih langsung memforsir diri dengan analisis video atau latihan berat, pasangan ini memilih untuk memprioritaskan istirahat total dan asupan gizi yang memanjakan lidah.

Nikolaus Joaquin secara spesifik menyebutkan bahwa agenda utama mereka saat ini adalah "makan enak dan tidur nyenyak" guna mengembalikan kebugaran fisik dan mental yang terkuras.

Persiapan non-teknis ini dianggap sangat krusial mengingat lawan yang akan dihadapi di babak delapan besar adalah pasangan raksasa asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Menghadapi ganda putra peringkat tiga dunia tersebut tentu membutuhkan kondisi tubuh yang prima serta pikiran yang jernih agar strategi permainan bisa berjalan maksimal.

"Hari ini kami mau mulai persiapan dari diri kami sendiri dulu, makan enak, tidur yang nyenyak," ungkap Nikolaus Joaquin membeberkan kunci persiapan mereka dikutip dari keterangan tertulis PBSI.

Barulah setelah kondisi fisik dirasa pulih sepenuhnya, mereka akan beralih ke sesi bedah strategi bersama pelatih melalui tayangan video pertandingan lawan.

"Baru akan nonton video, analisa dan diskusi dengan pelatih," tambah Joaquin mengenai tahapan persiapan timnya.

Langkah ini diambil setelah Raymond/Joaquin harus melewati pertarungan melelahkan dalam drama "Perang Saudara" melawan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di babak 16 besar.

Baca Juga: All England 2026: Amri/Nita Ungkap Kunci Menangi Duel Debutan Indonesia

Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Kamis waktu setempat, pasangan muda ini dipaksa bermain tiga gim sebelum akhirnya menang dengan skor 8-21, 21-14, dan 21-16.

Faktor kelelahan fisik tentu menjadi perhatian serius karena mereka sempat tertinggal jauh di gim pertama akibat gagal beradaptasi dengan kondisi lapangan.

Raymond Indra mengakui bahwa perbedaan kondisi angin yang drastis dibandingkan laga sebelumnya membuat mereka terlambat panas.

"Cukup berbeda dengan pertandingan pertama yang masih ada angin di lapangan, kali ini tidak ada angin sama sekali," jelas Raymond.

Kekalahan telak di awal laga juga disebabkan oleh ketangguhan Fajar/Fikri dalam menguasai area depan net pada bola-bola pembuka.

Namun, ketenangan mental dan perubahan taktik di gim kedua dengan memaksa lawan bermain reli panjang menjadi kunci kebangkitan mereka.

Load More