- Nikolaus Joaquin menegaskan prioritas utama timnya sebelum laga perempat final melawan Liang Wei Keng/Wang Chang adalah istirahat total dengan makan enak dan tidur nyenyak.
- Persiapan fisik dan mental ini dilakukan untuk memulihkan kondisi usai menguras tenaga mengalahkan seniornya, Fajar/Fikri, lewat pertarungan tiga gim yang ketat.
- Setelah kondisi pulih, Raymond/Joaquin baru akan melakukan analisis video dan diskusi taktik bersama pelatih untuk mencari celah mengalahkan pasangan peringkat 3 dunia tersebut.
Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, memiliki ritual pemulihan yang cukup unik namun vital menjelang laga perempat final All England 2026.
Alih-alih langsung memforsir diri dengan analisis video atau latihan berat, pasangan ini memilih untuk memprioritaskan istirahat total dan asupan gizi yang memanjakan lidah.
Nikolaus Joaquin secara spesifik menyebutkan bahwa agenda utama mereka saat ini adalah "makan enak dan tidur nyenyak" guna mengembalikan kebugaran fisik dan mental yang terkuras.
Persiapan non-teknis ini dianggap sangat krusial mengingat lawan yang akan dihadapi di babak delapan besar adalah pasangan raksasa asal China, Liang Wei Keng/Wang Chang.
Menghadapi ganda putra peringkat tiga dunia tersebut tentu membutuhkan kondisi tubuh yang prima serta pikiran yang jernih agar strategi permainan bisa berjalan maksimal.
"Hari ini kami mau mulai persiapan dari diri kami sendiri dulu, makan enak, tidur yang nyenyak," ungkap Nikolaus Joaquin membeberkan kunci persiapan mereka dikutip dari keterangan tertulis PBSI.
Barulah setelah kondisi fisik dirasa pulih sepenuhnya, mereka akan beralih ke sesi bedah strategi bersama pelatih melalui tayangan video pertandingan lawan.
"Baru akan nonton video, analisa dan diskusi dengan pelatih," tambah Joaquin mengenai tahapan persiapan timnya.
Langkah ini diambil setelah Raymond/Joaquin harus melewati pertarungan melelahkan dalam drama "Perang Saudara" melawan seniornya, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, di babak 16 besar.
Baca Juga: All England 2026: Amri/Nita Ungkap Kunci Menangi Duel Debutan Indonesia
Bertanding di Utilita Arena Birmingham, Kamis waktu setempat, pasangan muda ini dipaksa bermain tiga gim sebelum akhirnya menang dengan skor 8-21, 21-14, dan 21-16.
Faktor kelelahan fisik tentu menjadi perhatian serius karena mereka sempat tertinggal jauh di gim pertama akibat gagal beradaptasi dengan kondisi lapangan.
Raymond Indra mengakui bahwa perbedaan kondisi angin yang drastis dibandingkan laga sebelumnya membuat mereka terlambat panas.
"Cukup berbeda dengan pertandingan pertama yang masih ada angin di lapangan, kali ini tidak ada angin sama sekali," jelas Raymond.
Kekalahan telak di awal laga juga disebabkan oleh ketangguhan Fajar/Fikri dalam menguasai area depan net pada bola-bola pembuka.
Namun, ketenangan mental dan perubahan taktik di gim kedua dengan memaksa lawan bermain reli panjang menjadi kunci kebangkitan mereka.
Kini, dengan perut kenyang dan tidur yang cukup, Raymond/Joaquin bertekad tampil percaya diri untuk menciptakan kejutan berikutnya melawan wakil China.
"Kalau dari non-teknisnya kami harus meyakinkan diri bahwa kami sama-sama punya peluang untuk menang, kami harus maksimalkan kesempatan ini," pungkas Joaquin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- 3 HP Xiaomi dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- 4 Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Tersangka Korupsi MBG Sony Sonjaya Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator, Siap Ungkap Pihak Lain
-
Terbukti Korupsi! Immanuel Ebenezer 'Noel' Dijatuhi Hukuman 4,5 Tahun dan Denda Rp200 Juta
-
Purbaya Bantah Kabar Akan Dicopot dari Kursi Menteri Keuangan
-
Menkeu Purbaya Dikabarkan Bakal Dicopot Kamis Hari Ini
-
Wamen Imipas Silmy Karim Ditahan KPK, Terborgol Pakai Rompi Oranye Usai Drama Menyerahkan Diri
Terkini
-
Jonatan Christie Lolos ke Semifinal Indonesia Open 2026, Ungkap Tantangan Angin di Istora
-
Sikat Senior Lewat Comeback Epik, Rachel/Febi Segel Tiket Semifinal Indonesia Open 2026
-
Hasil Drawing The Nationals Campus League 2026, 10 Tim Berebut Tiket ke Asia
-
Kevin Sanjaya Tak Ingin Anaknya Jadi Atlet Pro: Juara Itu Cuma Satu dari Jutaan Orang!
-
Sabar/Reza Bungkam Wakil China! Ganda Putra Pastikan Satu Tiket Final Indonesia Open 2026
-
Kevin Sanjaya dan Sigit Budiarto Kompak Dukung Raymond/Joaquin Juara Indonesia Open 2026
-
Veda Ega Naik Posisi usai Brian Uriarte Didiskualifikasi dari Moto3 GP Katalunya 2026
-
Mario Aji Digantikan Jacob Roulstone di Moto2 Hungaria 2026
-
Tembus Semifinal Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Dapat Wejangan Kevin Sanjaya
-
Indonesia Open 2026: Kena Tikung Chen Yu Fei, Putri KW Akui Terburu-buru