Sport / Raket
Jum'at, 06 Maret 2026 | 07:47 WIB
Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie. (PBSI)
Baca 10 detik
  • Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie tersingkir di babak 16 besar All England 2026.
  • Jonatan kalah dua gim langsung melawan Lin Chun-yi dari Taiwan di Utilita Arena Birmingham, Inggris.
  • Lin Chun-yi dinilai tampil sangat solid dengan tempo cepat dan variasi pukulan menyulitkan Jonatan.

Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, harus mengakhiri perjuangannya di All England Open 2026 setelah kalah dari wakil Taiwan Lin Chun-yi pada babak 16 besar.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Utilita Arena Birmingham, Inggris, Kamis waktu setempat, Jonatan takluk dua gim langsung dengan skor 19-21, 12-21.

“Puji Tuhan tetap bersyukur walau hasil akhirnya belum sesuai dengan harapan, tapi saya rasa saya sudah melakukan yang terbaik,” kata Jonatan dalam keterangan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Menurut Jonatan, Lin tampil sangat solid sepanjang pertandingan dengan tempo permainan yang cepat serta variasi pukulan yang membuatnya kesulitan mengembangkan strategi.

“Dia bermain jauh lebih cepat, terus juga punya beberapa variasi pukulan yang cukup menyulitkan dan tidak gampang dimatikan,” ujar Jonatan.

Situasi tersebut membuat Jonatan merasa kurang tenang di lapangan sehingga strategi yang telah disiapkan tidak berjalan maksimal.

“Jadi mungkin dari hal itu saya kurang tenang, kurang bisa lebih sabar. Ada beberapa penerapan strategi yang sedikit miss,” katanya.

Meski kalah, Jonatan menegaskan hasil tersebut tidak berkaitan dengan jeda panjangnya dari turnamen sebelumnya.

“Kalau ditanya karena pengaruh saya lama break dari turnamen, saya rasa tidak ada,” ujarnya.

Baca Juga: All England 2026: Putri KW Tantang An Se-young di Perempat Final, Pilih 'Nothing to Lose'

Dalam pertandingan itu, Jonatan sempat membuka peluang pada gim pertama setelah unggul 11-9 saat interval. Namun, Lin mampu membalikkan keadaan melalui serangan cepat dan konsisten hingga menutup gim pertama dengan skor 21-19.

Memasuki gim kedua, tekanan dari Lin semakin meningkat. Serangan bertubi-tubi membuat Jonatan kesulitan mengembangkan permainan hingga akhirnya menyerah 12-21.

Hasil ini membuat langkah Jonatan kembali terhenti pada babak 16 besar All England, sama seperti yang dialaminya pada edisi sebelumnya. Padahal, pemain asal Indonesia tersebut pernah menjuarai turnamen bulu tangkis tertua di dunia itu pada 2024.

(Antara)

Load More