Vaggelis memang selalu antusias menyaksikan tayangan laga tinju di TV. Namun, tidak pernah terbayang bisa naik ke ring sebagai seorang petinju. Tapi itu kenyataannya.
Meski kehilangan satu tangan, Vaggelis menunjukkan bakatnya dalam baku hantam di ring tinju. Bakat itu dipadukan dengan semangat untuk menantang diri sendiri. Perpaduan itu membuat Vaggelis menjadi sosok yang berbahaya di atas ring.
Pelatih pun berinisatif untuk memasangkan sarung tinju ke tangan kanannya. Dengan begitu, Vaggelis bisa bertinju dengan kedua tangannya.
Dengan kondisi seperti itu, Vaggelis pun mengadopsi gaya bertinju yang tidak biasa dan kerap kali membuat lawan kewalahan memblok pukulannya.
Lihat saja gaya unik bertinju Vaggelis:
Perjalanan kariernya bukan tanpa hadangan. Beberapa kali Vaggelis menghadapi tantangan, seperti isu kesehatan yang menghalangi bertinju.
Tapi, Vaggelis mendobrak segala kemungkinan dan halangan. Dia tidak gentar. Pada 2015, dia memulai debut sebagai petinju profesional di Athena di depan lebih dari 3.000 penonton, termasuk keluarganya.
Dalam laga itu, dia menang dan membuat sejarah dalam dunia tinju. Meski sempat menang, Vaggelis kalah di pertarungan ke-2. Dia menderita cedera serius yang mengharuskannya untuk absen bertarung selama 2,5 tahun.
Baca Juga: 5 Petinju dengan Bayaran Tertinggi Saat Ini, Nomor 1 Bukan Pacquiao
Di saat petinju lain mungkin memutuskan pensiun setelah hiatus cukup lama, Vaggelis malah sebaliknya. Dia mulai berlatih dan bersabar untuk menghadapi pertarungan berikutnya.
Pada Desember 2018, waktu yang dinantikan tiba. Dia kembali ke ring tinju dan mengalahkan petinju asal Bosnia, Mikro Zdrazdo. Kini, Vaggelis berencana untuk kembali ke Los Angeles, Amerika Serikat, untuk melanjutkan pelatihan dan membawa kariernya ke level selanjutnya.
"Saya masih memiliki waktu, meski sedikit, dalam karier bertinju saya. Saya bisa bertarung hingga usia saya menginjak 35 tahun. Saya ingin kembali ke LA untuk melanjutkan apa yang saya tinggal. Saya tidak akan berhenti hingga saya mencapai sukses," ujar Vaggelis kepada Greek Reporter.
Di waktu luang, Vaggelis berlatih di rumahnya di Athena, Yunani. Dia juga menghabiskan waktu dengan melatih suksesornya, terutama para penyandang difabel.
Vaggelis berharap kisahnya bisa menginspirasi orang lain untuk mendobrak batasan dan mencapai impian.
"Untuk orang-orang yang berada di situasi yang sama, saya imbau untuk tidak mendengarkan orang lain. Lakukan sesuai yang hatimu inginkan dan kejarlah mimpimu," tutur Vaggelis dalam sebuah wawancara dengan Story Trender.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Ribuan Pelari Padati GBK, Gerakan 'Care for Sumut' Kumpulkan Dana Pemulihan Bencana
-
Group Ride Roadbike di Belitung Jadi Pemanasan Menuju Ajang Balap Sepeda Dunia GFNY 2026
-
BATC 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Menang Dramatis Meski Cedera, Indonesia Unggul 2-1 atas Thailand
-
Carabao Billiards Indonesia Cetak Sejarah, Tiga Turnamen Internasional Sekaligus Pecahkan Rekor MURI
-
Pelita Jaya Dapat Dukungan Tambahan dalam Mengarungi IBL 2026
-
Cetak Sejarah, Produk Cokelat Asal Indonesia Resmi Jadi Sponsor Gresini Racing di MotoGP
-
Libas Unggulan Kedua, Janice/Eala Maju ke Semifinal Abu Dhabi Open 2026
-
Alex Marquez Catat Waktu Tercepat saat Tes Uji Coba MotoGP Sepang
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Jakarta Pertamina Enduro Sikat Electric PLN 3-0, Servis Mematikan Jadi Kunci Kemenangan