Suara.com - Bagi kebanyakan pencinta MotoGP, nama Cristian Gabarrini tentu sangat asing di telinga. Tapi tidak demikian bagi para pebalap dan tim MotoGP.
Ya, Gabarrini merupakan sosok di belakang layar yang turut berperan penting dalam mengangkat karier para pebalap papan atas MotoGP.
Antara lain Jorge Lorenzo, Casey Stoner dan juara bertahan MotoGP tiga musim berturut-turut dari tim Repsol Honda, Marc Marquez.
Pada musim perdana Marquez di kelas MotoGP pada tahun 2013, Gabarrini turut memainkan peranan penting membantu Marquez meraih gelar juara dunia di kelas MotoGP.
Kini, Cristian Gabarrini dipercaya menjadi kepala kru tim Alma Pramac Racing—tim satelit Ducati.
Salah satu tugas pokok Gabarrini pada kejuaraan MotoGP 2019 ini adalah membantu Francesco Bagnaia beradaptasi dengan cepat di lingkungan barunya.
Seperti diketahui, musim ini menjadi debut salah satu murid dari jebolan sekolah balap milik Valentino Rossi, VR46 Academy.
Francesco Bagnaia memutuskan naik ke kelas MotoGP setelah keluar sebagai juara dunia Moto2 musim lalu.
Gabarrini sangat terkesan dengan kualitas yang dimiliki pebalap kelahiran Turin, Italia, 14 Januari 1997 tersebut.
Baca Juga: Senggolan Motor, Pebalap Nasional M Zaki Meninggal Ditikam
Bahkan, dia tak sungkan menyamakan kualitas Bagnaia dengan Marc Marquez.
"Saya sudah tahu kualitas Marquez. Saya bersama dia dalam debutnya di kelas MotoGP. Kemampuan Marquez mengingat apa yang telah dipelajarinya membuat saya terkesan," kata Gabarrini.
"Dia belajar sangat cepat dalam memahami sebuah aspek seperti gaya membalap, setelan motor, dan lain-lain. Kualitas ini juga dimiliki Pecco—sapaan akrab Bagnaia," tambahnya dikutip dari Speedweek, Senin (18/2/2019).
Gabarrini juga memuji Francesco Bagnaia yang sangat cepat beradaptasi dengan motor Desmosedici GP18, motor yang digunakan para pebalap pabrikan Ducati di MotoGP musim lalu.
Maka dari itu, dia pun tak heran bila Bagnaia mampu melesat bertengger di posisi kedua, di bawah pebalap pabrikan Ducati, Danilo Petrucci, pada hari terakhir tes pramusim di Sirkuit Sepang, 8 Februari lalu.
Dalam tes tersebut, Bagnaia hanya terpaut 0,063 detik dari Petrucci yang keluar sebagai yang tercepat dengan catatan waktu 1 menit 58,239 detik.
Tag
Berita Terkait
-
Bumbu Instan Jadi Siasat Veda Ega Pratama Obati Rindu Masakan Lebaran di Amerika Serikat
-
Rekomendasi Mobil Lawas Harga Mahasiswa yang Bikin Tongkrongan Auto Nengok
-
Era Baru Otomotif Dunia Pabrikan Mobil asal China Geser Dominasi Pabrikan Jepang
-
6 Mobil Listrik Bekas yang Bisa Dibarter Honda Brio Seken: Harga Mirip, Ongkos Jalan Timpang
-
Moge Matic Rasa Manual, Honda X-ADV Bisa Oper Gigi Pakai Tombol
Terpopuler
- Hadir ke Cikeas Tanpa Undangan, Anies Baswedan Dapat Perlakuan Begini dari SBY dan AHY
- 7 Rekomendasi Bedak Tabur yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
- 30 Kode Redeem FF 25 Maret 2026: Klaim Bundle Panther Gratis dan Skin M14 Sultan Tanpa Top Up
- 5 Rekomendasi HP Samsung Terbaru Murah dengan Spek Gahar, Mulai Rp1 Jutaan
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
Terkini
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar