Suara.com - Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja punya target tinggi di All England 2019. Mereka bertekad lolos minimal hingga babak semifinal, demi lampaui capaian tahun lalu.
Pada All England Open 2018 lalu, Hafiz/Gloria harus terhenti di babak perempat final. Langkah mereka dijegal wakil China, Zhang Nan/Li Yinhui, dengan skor 21-14, 18-21 dan 21-18.
"Tahun lalu kan kami masuk delapan besar. Target tahun ini ya minimal bisa pertahankan hal itu, tapi kalau bisa sih mudah-mudahan lolos sampai semifinal," ujar Hafiz Faizal kepada Suara.com di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.
Pada All England 2018, performa Hafiz/Gloria menuai banyak pujian.
Meski pada akhirnya harus terhenti di babak perempat final, kemenangan mereka atas seniornya sendiri, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, di babak kedua cukup membekas hingga saat ini.
Bagaimana tidak, Hafiz/Gloria yang kala itu tak diunggulkan, secara heroik mampu membalikkan keadaan dan menang dengan skor ketat.
Sempat tertinggal 18-21 di game pertama, pasangan yang menjalani debut pada Oktober 2017 itu bangkit hingga menang 21-15 dan 30-29.
Meski punya modal yang cukup baik, Hafiz mengatakan tak ingin berlebihan menyikapi target pribadinya.
Menurutnya, yang terpenting adalah selau fokus disetiap laga.
Baca Juga: Begini Aksi Luna Maya Saat Olahraga, Eitss Ada yang Pas Bareng Mantan Nih
"Tapi, target saya tidak muluk-muluk ya, saya ingin pertahankan permainan bagus saya tahun lalu. Kalau ada kesempatan inginnya main maksimal, masuk semifinal atau bahkan lebih," tukasnya.
Di babak pertama All England 2019, Hafiz/Gloria sudah ditunggu pasangan tangguh yang juga rekannya di Pelatnas PBSI, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.
All England 2019 bakal berlangsung pada 6-10 Maret mendatang di Arena Birmingham, Inggris. Turnamen bulutangkis tertua di dunia itu akan memperebutkan total hadiah 1 juta dolar AS (sekitar Rp 14,1 miliar).
Tag
Berita Terkait
-
Ada yang Tembus Semifinal, PBSI Apresiasi Pebulu Tangkis Muda di All England 2026
-
Gagal Penuhi Target di All England 2026, PBSI Evaluasi Tim Indonesia
-
All England 2026: Dapat Pelajaran Berharga, Raymond/Nikolaus Ingin Tiru Pasangan Korsel
-
All England 2026: Tanpa Status Unggulan, Ganda Campuran Buat Kejuaran dengan Meraih Juara
-
All England 2026: Setelah 9 Final Gagal, Wang Zhi Yi Akhirnya Taklukkan An Se-young
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya