Suara.com - Jonatan Christie sukses membalikkan prediksi kala bertanding melawan pebulutangkis ranking empat dunia, Viktor Axelsen, di babak perempat final Malaysia Open 2019, Jumat (5/4).
Meski berstatus non unggulan, Jonatan mampu mematahkan laju wakil Denmark tersebut lewat pertarungan dua game langsung, 21-18 dan 21-19, di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Malaysia.
Kemenangan ini sekaligus mematahkan hasil buruk Jonatan Christie atas Axelsen. Di dua pertemuan sebelumnya—Malaysia Masters 2018 dan Indonesia Open 2018—Jonatan selalu kalah dari unggulan keenam di Malaysia Open 2019 itu.
"Ini merupakan pertandingan yang saya tunggu juga. Setiap saya bertemu pemain unggulan di sini saya anggap sebagai sparring seperti latihan. Jadi jangan sampai pikiran saya terbebani," ujar Jonatan dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (5/4/2019).
"Selain itu tadi lebih ke perang mental. Mungkin permainan Axelsen hari ini sama saja, cuma adu mental di lapangan," ungkap Jonatan Christie.
Di game pertama, Jonatan berhasil menguasai jalannya pertandingan dengan baik. Ia terus unggul, memimpin perolehan angka hingga akhirnya menang 21-18.
Namun masuk ke game kedua, pertandingan berubah lebih ketat. Meski Jonatan kerap unggul, Axelsen mulai memberikan perlawanan.
Beruntung akhirnya, Jonatan berhasil mengatasi perlawanan Axelsen dan merebut kemenangan dua game atas juara dunia 2017 tersebut.
"Di game kedua saya sempat kebawa permainan lawan. Tapi untungnya saya bisa keluar dari permainannya Axelsen tadi," jelas Jonatan.
Baca Juga: Pulangkan Kevin / Marcus dari Malaysia Open 2019, Fajar / Rian Sujud Syukur
Di babak semifinal Malaysia Open 2019, Jonatan Christie sudah ditunggu oleh Chen Long (China). Laga empat besar ini menjadi tantangan lagi bagi Jonatan.
Sebab, dari enam kali pertemuan, Jonatan belum sekalipun bisa menang dari peraih medali emas Olimpiade 2016 itu.
"Di atas kertas Chen Long unggul jauh dari saya. Tapi namanya permainan itu berbeda setiap match-nya," tutur Jonatan, tetap optimis.
"Pastinya enggak gampang lawan Chen Long, mungkin juga ketat. Karena dia penuh pengalaman dan kesabaran. Intinya saya tidak mau terbebani dan mau all out saja," tukas Jonatan Christie.
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032
-
Belajar dengan Kesadaran: Membaca Buku Pendidikan Tanpa Ranking
-
All England 2026: Tersingkir, Jonatan Christie Akui Kurang Sabar ketika Hadapi Lin Chun-yi
-
All England 2026: Jonatan Christie Soroti Shuttlecock yang Lumayan Berat
-
Daftar Wakil Indonesia di All England 2026, Banyak Pemain Debutan
Terpopuler
- Gaji Rp 8,2 M Belum Dibayar, Aktivis-Influencer Sedunia Tuntut Badan Propaganda Israel
- 5 Parfum Wanita Tahan Lama di Alfamart untuk Silaturahmi Anti Bau
- 65 Kode Redeem FF Terbaru 14 Maret 2026: Sikat Evo Scorpio, THR Diamond, dan AK47 Golden
- Promo Alfamart 14-18 Maret 2026: Diskon Sirop dan Wafer Mulai Rp8 Ribuan Jelang Lebaran
- Kisah Unik Pernikahan Mojtaba Khamenei dan Zahra yang Gugur Dibom Israel-AS
Pilihan
-
Puncak Mudik Bakauheni Diprediksi 18-19 Maret 2026, ASDP Ingatkan Pemudik Segera Beli Tiket
-
Belajar dari Pengalaman, Jukir di Jogja Deklarasi Anti Nuthuk saat Libur Lebaran
-
Kisah Fendi, Bocah Gunungkidul yang Rela Putus Sekolah Demi Rawat Sang Ibu
-
Harry Styles Ungkap Perjuangan Jadi Penyanyi Solo Usai One Direction Bubar
-
Dulu Nostalgia, Sekarang Pamer Karir: Mengapa Gen Z Pilih Skip Bukber Alumni?
Terkini
-
Hasil Undian AVC Champions League 2026: Indonesia Diwakili Bhayangkara Presisi dan Garuda Jaya
-
Jadi Tuan Rumah, Indonesia Punya Dua Misi di AVC Mens Volleyball Champions League 2026
-
Ruichang China Masters: Jadi Runner-up, Prahdiska Bagas Shujiwo Perlu Tingkatkan Power
-
Ketum PBVSI Ungkap Alasan Naturalisasi 4 Pemain dari Brasil
-
Timnas Voli akan Naturalisasi 4 Pemain Brasil untuk Olimpiade 2032
-
Swiss Open 2026: Tampil Antiklimaks, Alwi Farhan Tumbang dari Yushi Tanaka di Final
-
Swiss Open 2026: Susul Putri KW, Alwi Farhan Lolos ke Partai Final usai Libas Wakil China
-
Kimi Antonelli Antonelli Ukir Sejarah, Raih 'Pole Sitter' Termuda Formula 1
-
Ruichang China Masters 2026: Prahdiska Bagas Shujiwo Satu-satunya Wakil Merah Putih di Final
-
Swiss Open 2026: Lolos ke Final, Putri KW Ingin Buktikan Masih Layak Juara