Suara.com - Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dipastikan akan menduduki peringkat dua dunia pada pekan ke-32 ranking Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) pada, Selasa (6/8/2019) mendatang.
Kepastian itu muncul berdasarkan hasil yang diraih Hendra/Ahsan hingga Thailand Open 2019 yang berlangsung sejak 30 Juli hingga 4 Agustus mendatang.
Meski terhenti di babak pertama Thailand Open 2019, perolehan poin Hendra/Ahsan dipastikan melampaui dua ganda putra di atasnya: Li Jun Hui/Liu Yu Chen (China) dan Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang).
Pasangan berjuluk The Daddies itu kini mengumpulkan 83.973 poin dan duduk diperingkat empat dunia.
Saat poin Thailand Open 2019 diakumulasikan pekan depan, Hendra/Ahsan akan memiliki 85.757 poin.
Sementara jumlah poin Li/Liu dan Kamura/Sonoda dipastikan turun terlepas hasil apapun yang mereka raih di Thailand Open 2019.
Hal itu terjadi lantaran poin yang dihasilkan Li/Liu dan Kamura/Sonoda pada Kejuaraan Dunia 2018 (30 Juli - 5 Agustus 2018) akan hangus per 6 Agustus 2019 mendatang.
Sebagaimana diketahui, sistem ranking BWF hanya mengakumulasi poin dalam periode satu tahun penuh.
Baca Juga: Tepati Janji, Pebulutangkis Cantik Ini Hadiahi Fajar Makanan Khas Thailand
Sedangkan perolehan poin Hendra/Ahsan tak berkurang lantaran tahun lalu keduanya tak mengikuti Kejuaraan Dunia 2018. Sehinga tak ada poin apapun yang perlu diakumulasi.
"Poin Kejuaraan Dunia 2018 itu akan hangus (pekan depan). Makanya Hendra/Ahsan akan menjadi peringkat dua dunia," jelas Kasubid Hubungan International PBSI, Bambang Roedyanto saat dihubungi Suara.com, Rabu (31/7/2019).
Li/Liu saat ini menempati peringkat dua dunia dengan raihan 86.620 poin. Per 6 Agustus mendatang, poin ganda putra peraih medali emas Kejuaraan Dunia 2018 itu dipastikan tak akan melampaui 82.820 poin.
Jumlah tersebut dengan asumsi Li/Liu menjuarai Thailand Open 2019 dan berhak mendapat tambahan poin 9.200 poin, sekaligus mendapat pengurangan poin Kejuaraan Dunia 2018 sebesar 13.000 poin, hasil juara tahun lalu.
Sementara, Kamura/Sonoda kini menduduki peringkat tiga dunia dengan perolehan 83.987 poin. Pekan depan, akumulasi poin keduanya tak akan menembus lebih dari 82.173 poin.
Jumlah itu muncul setelah terhenti di babak pertama Thailand Open 2019—dapat 2.220 poin—dan terkena pengurangan poin Kejuaraan Dunia 2018 yakni 11.000 poin, sebagai hasil runner-up Kejuaraan Dunia tahun lalu.
Berita Terkait
-
Jejak Abadi Rudy Hartono hingga Tontowi Ahmad, Legenda Indonesia Isi Museum Bulu Tangkis Dunia BWF
-
Tanpa Kehadiran Hendra Setiawan, Sabar/Reza Akui Butuh Adaptasi di SEA Games 2025
-
Hendra Setiawan Tunggu Keputusan PBSI soal Sabar/Reza untuk SEA Games 2025
-
Hendra Setiawan Targetkan Sabar/Reza Ulangi Prestasi di BWF World Tour Finals
-
All England 2025: Sabar/Reza Optimis Dilatih Hendra Setiawan
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya