Suara.com - Langkah Fitriani di Thailand Open 2019 harus terhenti di perempat final. Hal itu menyusul kekalahan dari wakil Jepang, Sayaka Takahashi, Jumat (2/8/2019).
Fitriani gagal melangkah ke semifinal setelah kandas dalam pertarungan rubber game. Sempat tampil bagus di game kedua, ia akhirnya kalah 20-22, 21-15, dan 14-21.
Juara Thailand Masters 2019 itu tak menampik tampil buruk di laga kali ini. Fitriani menyebut pukulan lawan cukup sulit untuk ditaklukkan.
"Pukulan (Sayaka) tajam. Dan karena ia kidal, jika pukulan saya tak melewati dia, arah (shuttlecock) pengembaliannya tidak kelihatan," ujar Fitriani dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Jumat (2/8/2019).
"Tapi kalau bisa mengatasinya, pukulannya tak setajam itu," sambungnya.
Ini menjadi kekalahan ketiga beruntun Fitriani dari Sayaka. Dua kekalahan sebelumnya terjadi di Malaysia International Challenge 2016 dan German Open 2019.
"Di game pertama saya sempat unggul terus, tapi banyak mati-mati sendiri dan akhirnya kecolongan," beber Fitriani.
"Di game kedua saya mengubah kecepatan dan kontrol serangan, jadi olah-olah pukulan dulu, kalau ada kesempatan langsung serang."
Baca Juga: 5 Berita Sport Terkini: Olahraga Kesukaan Agung Hercules, Eks Petinju Dibui
"Di game ketiga mainnya jorok banget, saya tidak bisa kontrol arah angin yang berubah-ubah. Padahal di game pertama saya bisa mengatasi," pungkas Fitriani.
Kekalahan Fitriani memastikan sektor tunggal putri Indonesia habis tak tersisa di Thailand Open 2019.
Berita Terkait
-
Orleans Masters 2026: Fakor Keamanan, Thalita Ramadhani Wiryawan Putuskan Mundur
-
Swiss Open 2026: Raih Runner-up, Putri KW Jelaskan Penyebab Kekalahan di Final
-
Swiss Open 2026: Menang di Babak Pertama, Putri KW Tak Alami Kendala Adaptasi
-
Putri KW Dapat Kenaikan Pangkat dari Polri, Jadi Briptu
-
Putri KW Tak Pasang Target Muluk-muluk di Malaysia Open 2025
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya