Sport / Raket
Rabu, 08 April 2026 | 11:17 WIB
Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Thalita Ramadhani Wiryawan saat berada di podium Indonesia International Challenge 2025 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Minggu (16/11/2025). (Dok. PBSI)
Baca 10 detik
  • Tunggal putri Thalita Ramadhani Wiryawan terhenti di kualifikasi Kejuaraan Bulu Tangkis Asia 2026, Ningbo, China, hari Selasa.
  • Thalita gagal melaju ke babak utama setelah kalah dari wakil Hong Kong, Lo Sin Yan Happy.
  • Peningkatan kondisi fisik menjadi fokus utama evaluasi Thalita agar lebih konsisten saat menghadapi lawan berintensitas tinggi.

Suara.com - Tunggal putri Indonesia, Thalita Ramadhani Wiryawan, menilai peningkatan kondisi fisik menjadi pekerjaan rumah utama setelah langkahnya terhenti di babak kualifikasi Kejuaraan Bulu Tangkis Asia (BAC) 2026 di Ningbo Olympic Sports Center, China, Selasa.

Thalita mencatat satu kemenangan dan satu kekalahan. Ia lebih dulu mengalahkan wakil Macau, Pui Chi Wa, dengan skor 21-8, 21-12, sebelum akhirnya kalah dari pemain Hong Kong, Lo Sin Yan Happy, dengan skor 17-21, 12-21 pada laga penentuan tiket ke babak utama.

“Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera, tapi hasil ini memang kurang maksimal karena saya belum bisa revans dari pertemuan terakhir di BATC 2026,” kata Thalita.

Ia mengakui masih banyak melakukan kesalahan sendiri pada laga kedua, terutama saat menghadapi reli panjang yang membuatnya kesulitan mengimbangi permainan lawan.

“Kendalanya tadi saya banyak melakukan eror, kurang tahan, dan kurang mengantisipasi bola-bola lawan. Lawan punya pukulan bola atas yang bagus dan pertahanannya cukup rapat,” ujarnya.

Menurut Thalita, perbedaan pengalaman juga terasa, karena lawan yang dihadapinya di laga kedua lebih terbiasa tampil di level senior dibandingkan pertandingan sebelumnya.

“Tadi pagi lawannya memang belum cukup bagus, berbeda dengan lawan siang ini yang sudah sering bermain di level senior,” katanya.

Dari hasil tersebut, Thalita menegaskan pentingnya peningkatan aspek fisik agar bisa tampil lebih konsisten saat menghadapi lawan dengan intensitas tinggi.

“Evaluasi saya ke depannya, harus lebih ditingkatkan lagi untuk fisiknya,” ujar Thalita.

Baca Juga: Ubed Lolos Kualifikasi, Tambah Kekuatan Tunggal Putra Indonesia di BAC 2026

Meski gagal melaju ke babak utama, ia menilai pengalaman tampil di Kejuaraan Asia menjadi pelajaran penting untuk meningkatkan kualitas permainan dan kesiapan menghadapi turnamen internasional berikutnya.

(Antara)

Load More