Sport / Arena
Kamis, 29 Agustus 2019 | 20:34 WIB
Petinju asal Filipina, Manny Pacquiao (kiri), melepaskan pukulan kidal dalam latihan terbuka bersama sang pelatih, Freddie Roach, di California, AS, Rabu (10/7/2019). [AFP/Frederic J. Brown]

Di samping belum terkalahkan dalam 35 pertarungan profesional, ia juga tercatat pernah menjadi juara dunia di tiga kelas berbeda: kelas ringan, welter junior, dan welter.

6. Vicente Saldivar (Meksiko/37-3-0)*

Mendiang petinju asal Meksiko ini mengukir tinta emas sebagai juara dunia tinju kelas bulu WBA dan WBC yang terlama mempertahankan gelar, yakni delapan kali.

Sejak kecil nyali Saldivar sudah terlihat. Ia kerap berkelahi di jalanan ataupun di sekolah, sehingga membuat sang ayah memasukkannya ke sasana tinju untuk mengasah bakatnya.

5. Joe Calzaghe (Wales/46-0-0)

Legenda tinju Wales, Joe Calzaghe (kiri). [AFP/Don Emmert]

Calzaghe merupakan mantan juara dunia di dua kelas berbeda: kelas menengah dan berat ringan. Ia menorehkan sejarah sebagai petinju terlama mempertahankan sabuk juara dunia tinju kelas menengah WBO, yakni 10 tahun.

Selama berkarier dari tahun 1993 hingga 2008, Joe Calzaghe tak pernah kalah. Termasuk saat mengalahkan Roy Jones Jr. pada 8 November 2008 yang menjadi duel terakhirnya.

4. Young Corbett III (AS/122-12-21)*

Nama aslinya adalah Raffaele Capabianca Giordano. Ia merupakan petinju AS kelahiran Italia. Young Corbett III bukanlah petinju yang memiliki power pada pukulannya.

Baca Juga: Sesumbar, Danny Garcia: Saya Akan Buat Manny Pacquiao bak Dalam Neraka

Namun ia terkenal memiliki determinasi dan kecepatan pada pukulannya. Corbett juga menjadi salah satu petinju kidal dan counter-puncher terbaik sepanjang masa.

3. Pernell Whitaker (AS/40-4-1)*

Pernell Whitaker (kiri) berfoto bersama penantangnya, Oscar De La Hoya, usai konferensi pers di Meksiko City, Meksiko, 31 Januari 1997. [AFP/Oriana Elicabe]

Sebelum meniti karier di level profesional, Pernell Whitaker lebih dulu terjun di amatir. Ia menjalani 214 pertarungan di amatir, dimana 201 diantaranya menang.

Ia meraih medali emas Olimpiade 1984 Los Angeles kelas ringan, sebelum kemudian di tahun yang sama mulai naik ke tingkat profesional.

Pernell Whitaker pernah menjadi juara dunia di kelas ringan, welter junior, dan welter.

Setelah delapan kali mempertahankan sabuk juara dunia kelas welter WBC, ia harus menyerahkan sabuknya itu kepada Oscar De La Hoya setelah kalah angka, 12 April 1997.

2. Marvelous Marvin Hagler (AS/62-3-2)*

Hagler merupakan juara dunia tinju sejati kelas menengah dari tahun 1980 dan 1987.

Persentase kemenangan KO-nya terbilang cukup tinggi, yakni 78 persen; 62 kali menang dari 67 pertarungan, dimana 52 diantaranya menang KO.

1. Manny Pacquiao (Filipina/62-7-2)*

Ikon tinju dunia, Manny Pacquiao (tengah), menjadi juara dunia baru kelas welter WBA (Super) usai mengalahkan juara bertahan Keith Thurman di MGM Grand Garden Arena, Las Vegas, AS, Sabtu (20/7/2019). [AFP/John Gurzinski]

Total 71 pertarungan telah dijalani Manny Pacquiao. Ia masih aktif bertinju hingga saat ini, meski usianya sudah menginjak kepala empat.

Manny Pacquiao merupakan satu-satunya petinju yang berhasil menjadi juara dunia di delapan kelas berbeda.

Ia juga saat ini menjadi pemegang sabuk juara dunia kelas welter WBA (Super), usai menang atas Keith Thurman, 20 Juli lalu.

Untuk itu, tak salah rasanya bila Manny Pacquiao menempati posisi pertama petinju kidal terbaik di dunia.

*Angka di belakang nama negara merupakan rekor tanding (menang-kalah-seri).

Load More