Suara.com - Kabar mengejutkan muncul dari Moto2. Pembalap jempolan tim VR 46 Academy Lorenzo Baldassari memutuskan untuk hengkang dari tim tersebut.
Hengkangnya Baldassari membuatnya menjadi pembalap pertama yang 'mengkhianati' tim bentukan Valentino Rossi tersebut.
Dilansir dari PecinoGP, pembalap yang tak suka dipanggil Lorenzo tersebut merasa dirinya bakal berkembang jika keluar dari tim akademi tersebut.
"Selalu ada permulaan dan akhir. Menurut saya ini waktunya untuk pergi setelah bertahun-tahun tumbuh dan berkembang. Kontrak saya memaksa kami untuk mengakhiri musim ini bersama, namun jika diperpanjang makansaya bakal di tim tersebut tiga musim lagi." ujar pembalap yang akrab disapa Balda tersebut.
"Ini seperti saat anda pergi ke sekolah dan di suatu saat, anda memutuskan untuk kuliah dan saya melihat hal ini sebagai langkah kemajuan." imbuhnya.
Ia juga membeberkan bahwa langkah tersebut ia ambil bukan karena kekhawatiran dengan masa depan. Menurutnya langkah tersebut didasari karena rasa penasaran.
Saat ini, seusai BritishGP, Lorenzo Baldassarri menduduki peringkat keenam di tabel klasemen. Bersama tim Pons tent, dirinya telah mengkoleksi 124 poin.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
-
Fatwa Ayatollah Ali Khamenei soal Senjata Nuklir: Haram!
-
KPK Ungkap ART Fadia Arafiq Jadi Direktur PT RNB, Diduga Alat Korupsi Rp13,7 Miliar
-
Dua Hari Lalu Dinyatakan Gugur, Eks Presiden Iran Ahmadinejad Masih Hidup
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
Terkini
-
All England 2026: Ana/Trias Lolos ke Perempat Final, Ungkap Rahasia Kalahkan Ganda Jepang
-
All England 2026: Raymond/Joaquin Singkirkan Fajar/Fikri, Perubahan Strategi yang Berhasil
-
All England 2026: Rian/Rahmat Singkirkan Ganda Malaysia, Servis Jadi Kunci Kemenangan
-
All England 2026: Tiwi/Fadia Beberkan Kelemahan usai Tersingkir, Alihkan Fokus ke Swiss Open
-
All England 2026: Amri/Nita Ungkap Kunci Menangi Duel Debutan Indonesia
-
All England 2026: Tersingkir, Jonatan Christie Akui Kurang Sabar ketika Hadapi Lin Chun-yi
-
All England 2026: Putri KW Tantang An Se-young di Perempat Final, Pilih 'Nothing to Lose'
-
All England 2026: Alwi Farhan Berterima Kasih kepada Tuhan usai Singkirkan Unggulan Ketujuh
-
UBL Dukung Atlet Berprestasi Lewat Beasiswa, Ada Penggawa Timnas Futsal Indonesia
-
Satria Muda Menang Besar di Bandung Arena, Djordje Jovicic Soroti Kunci Kemenangan