Sport / Raket
Senin, 09 September 2019 | 17:20 WIB
Djarum Foundation memberikan bonus kepada peraih gelar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019, Mohammad Ahsan (tengah), dalam acara di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta, Rabu (4/9). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Pebulutangkis spesialis ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan sangat menyayangkan terhentinya audisi umum pencarian bakat bulutangkis PB Djarum.

Ia pun berharap program pencarian bibit atlet muda itu bisa berlanjut.

Sebagaimana diketahui, Djarum Foundation melalui klub binaannya, PB Djarum, mengumumkan bahwa tahun 2019 menjadi audisi umum pencarian bakat bulutangkis terakhir yang digelar pihaknya.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppi Rasimin, sebelumnya mengatakan bahwa ajang pencarian bakat yang telah berlangsung sejak 2006 itu bakal berhenti pada 2020 mendatang.

Hal itu menyusul polemik antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), yang menuding ajang pencarian bakat itu terindikasi sebagai praktik eksploitasi anak.

Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Penggunaan brand Djarum pada kaos maupun atribut peserta audisi, dinilai KPAI sebagai sarana iklan rokok terselubung yang memanfaatkan tubuh anak sebagai medianya.

"Ya pastinya sangat disayangkan. Dan akan tambah susah untuk mencari bibit-bibit baru lagi," ujar Mohammad Ahsan saat dihubungi Suara.com, Senin (9/9/2019).

"Kalau harapan saya, audisi umum PB Djarum ini bisa terus berlanjut," sambungnya.

Baca Juga: Polemik PB Djarum dan KPAI, Susy: Kalau Tak Peduli, Jangan Tuntut Prestasi

Pasangan ganda putra Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, mendapat bonus dari klub masing-masing, PB Jaya Raya dan PB Djarum, dalam acara yang digelar di Galeri Indonesia Kaya, kawasan Thamrin, Jakarta, Rabu (20/3/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Lebih jauh, Ahsan yang merupakan atlet jebolan PB Djarum menganggap audisi yang selama ini digelar murni untuk mencari pebulutangkis-pebulutangkis muda berbakat. Tak ada unsur eksploitasi anak di dalamnya.

"Kalau saya melihat, ini murni untuk mencari bibit atlet. Jadi yang pasti berdampak ya buat bibit-bibit baru. Kan audisinya sendiri bertujuan untuk itu," pungkas Ahsan.

Load More