Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memanggil Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum terkait polemik yang terjadi diantara kedua lembaga.
Seperti diketahui, PB Djarum memutuskan menghentikan audisi pencarian bakat bulutangkis yang digelar sejak 2016 pada tahun 2020 mendatang.
Penghentian itu menyusul tudingan dari pihak KPAI bahwa audisi bulutangkis PB Djarum terindikasi sebagai praktik eksploitasi anak.
Penggunaan brand Djarum pada kaos maupun atribut peserta audisi, dinilai KPAI sebagai sarana iklan rokok terselubung yang memanfaatkan tubuh anak sebagai medianya.
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menyebut Menpora Imam Nahrawi akan memanggil KPAI, PB Djarum, serta Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mencari solusi terbaik.
"Pak Menpora ingin duduk bareng dengan KPAI, PBSI, dan PB Djarum. Rencana sebenarnya hari ini, tapi mukin ditunda besok atau lusa," ujar Gatot saat dihubungi wartawan, Senin (9/9/2019).
Gatot menegaskan bahwa pihak Kemenpora mengambil sikap agar audisi umum PB Djarum ini bisa terus dilaksanakan.
Meskipun, terkait keputusan yang diambil nanti sangat bergantung dengan hasil pertemuan nanti.
Baca Juga: PB Djarum Stop Audisi Bulutangkis, Begini Respons Ahsan
"Terkait langkah belum tahu. Bertemu saja belum. Tapi kami mendukung ini jalan terus. Tapi dari pihak Djarum juga harus ada yang dikoreksi, mungkin branding logonya tak sebesar sekarang, itu kan terlalu mencolok," beber Gatot.
Sementara terkait tudingan ekspolitasi anak yang dilontarkan KPAI, Gatot menjelaskan bahwa Kemenpora tidak sejalan terhadap hal itu.
Menurutnya, audisi umum PB Djarum murni audisi pencarian bakat bulutangkis, meskipun di sisi lain Kemenpora tetap menghormati sikap KPAI.
"Dari situ pak Menteri ingin show must go on, tetap jalan. Memang kami sadar ada larangan dari KPAI untuk menggunakan branding yang terkait tembakau. Tapi kami tidak lihat ada eksploitasi anak," pungkas Gatot.
Berita Terkait
-
Audisi Bulutangkis PB Djarum Berhenti, Ahsan: Susah Cari Bibit Baru Lagi
-
Mantan Komisioner KPAI Usulkan PB Djarum Ganti Nama Audisi
-
Rudy Hartono: Semua Orang Tahu Djarum Punya Dana, Tapi...
-
Sebut Langgar 2 Pasal, Menteri Yohana Dukung Audisi PB Djarum Dihentikan
-
Polemik Audisi PB Djarum, Komisioner KPAI: Kalau Brand Diturunkan, Selesai
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus