Sport / Raket
Senin, 09 September 2019 | 19:05 WIB
Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto di Gedung Kemenpora, Jakarta, Rabu (15/5/2019). [Suara.com/Arief Apriadi]

Suara.com - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan memanggil Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan PB Djarum terkait polemik yang terjadi diantara kedua lembaga.

Seperti diketahui, PB Djarum memutuskan menghentikan audisi pencarian bakat bulutangkis yang digelar sejak 2016 pada tahun 2020 mendatang.

Penghentian itu menyusul tudingan dari pihak KPAI bahwa audisi bulutangkis PB Djarum terindikasi sebagai praktik eksploitasi anak.

Penggunaan brand Djarum pada kaos maupun atribut peserta audisi, dinilai KPAI sebagai sarana iklan rokok terselubung yang memanfaatkan tubuh anak sebagai medianya.

Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto menyebut Menpora Imam Nahrawi akan memanggil KPAI, PB Djarum, serta Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) untuk mencari solusi terbaik.

"Pak Menpora ingin duduk bareng dengan KPAI, PBSI, dan PB Djarum. Rencana sebenarnya hari ini, tapi mukin ditunda besok atau lusa," ujar Gatot saat dihubungi wartawan, Senin (9/9/2019).

Menpora Imam Nahrawi (kanan) bersama pasangan ganda putra peraih medali emas Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2019, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, di Gedung Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (28/8). [Suara.com/Arief Apriadi]

Gatot menegaskan bahwa pihak Kemenpora mengambil sikap agar audisi umum PB Djarum ini bisa terus dilaksanakan.

Meskipun, terkait keputusan yang diambil nanti sangat bergantung dengan hasil pertemuan nanti.

Baca Juga: PB Djarum Stop Audisi Bulutangkis, Begini Respons Ahsan

"Terkait langkah belum tahu. Bertemu saja belum. Tapi kami mendukung ini jalan terus. Tapi dari pihak Djarum juga harus ada yang dikoreksi, mungkin branding logonya tak sebesar sekarang, itu kan terlalu mencolok," beber Gatot.

Sementara terkait tudingan ekspolitasi anak yang dilontarkan KPAI, Gatot menjelaskan bahwa Kemenpora tidak sejalan terhadap hal itu.

Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Menurutnya, audisi umum PB Djarum murni audisi pencarian bakat bulutangkis, meskipun di sisi lain Kemenpora tetap menghormati sikap KPAI.

"Dari situ pak Menteri ingin show must go on, tetap jalan. Memang kami sadar ada larangan dari KPAI untuk menggunakan branding yang terkait tembakau. Tapi kami tidak lihat ada eksploitasi anak," pungkas Gatot.

Load More