Sport / Raket
Senin, 09 September 2019 | 20:37 WIB
Ketua Umum PBSI Wiranto (kedua dari kanan) disela acara HUT PBSI ke-68 dan pelepasan Tim Indonesia ke Piala Sudirman 2019 yang diselenggarakan di Hotel Century, Senayan, Jakarta, Sabtu (11/5/2019). [Humas PBSI]

Suara.com - Ketua Umum PBSI Wiranto mengatakan telah menyiapkan konsep baru baru pasca PB Djarum menghentikan audisi bulutangkis.

Wiranto memastikan tetap akan ada beasiswa yang diberikan bagi atlet muda berbakat bulutangkis Indonesia.

Wiranto menuturkan konsep baru tersebut akan dikeluarkan pasca dihentikannya beasiswa PB Djarum pada 2020.

Beasiswa PB Djarum itu sendiri dipastikan Wiranto akan tetap berjalan hingga 2019.

"Sampai 2019 lanjutkan. Nanti ada satu konsep baru, sudah ada pembicaraan," kata Wiranto di Gedung Kemenkopolhukam, Jakarta Pusat, Senin (9/9/2019).

Wiranto menilai polemik yang terjadi antara PB Djarum dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) tidak perlu dibesar-besarkan.

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppi Rasimin. [Dok. PB Djarum]

Wiranto pun berharap agar perbedaan pendapat diantara keduanya tersebut dapat dibicarakan dengan baik-baik.

"Ada kesadaran dari dua belah pihak. Yang satu merasa ini penting untuk pembinaan bulutangkis kedepan. Kan ketat sekali sekarang. Yang satu lagi jangan sampai nanti memanfaatkan anak-anak ini sebagai kampanye iklan rokok. Itu aja ko susah, sudah selesai," ujarnya.

Baca Juga: PB Djarum Stop Audisi Bulutangkis, Begini Respons Ahsan

Sebagaimana diketahui, PB Djarum memutuskan menghentikan audisi umum pencarian bakat bulutangkis yang telah mereka selenggarakan sejak 2006. Penghentian itu akan dimulai pada 2020.

Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Keputusan itu diambil PB Djarum lantaran dituding KPAI telah melakukan praktik eksploitasi anak lewat program pencarian bakat.

Penggunaan brand Djarum pada kaos masing-masing peserta audisi, dianggap KPAI sebagai sarana iklan rokok terselubung yang memanfaatkan tubuh anak sebagai medianya.

Load More