Sport / Raket
Senin, 09 September 2019 | 19:41 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo saat ditemui di kantornya. [Suara.com/Ari Purnomo]

Suara.com - Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo meradang ketika ditanya perihal PB Djarum yang menghentikan audisinya lantaran dituding telah melakukan eksploitasi terhadap anak.

Rudy menilai bahwa dalam ajang pencarian bakat pebulutangkis itu tidak ada unsur eksploitasi terhadap anak.

Ia juga sebelumnya telah menyampaikan baik kepada Yayasan Kaka, Lentera maupun KPAI terkait tuntutan terhadap PB Djarum.

"Mengeksploitasi bagaimana? Sebenarnya saat Yayasan Kaka, Lentera dan KPAI di Solo sudah saya sampaikan. Salah besar menggugat Djarum mengeksploitasi anak itu salah besar," ujar Rudy saat ditemui Suara.com, Senin (9/9/2019).

Menurutnya, selama ini PB Djarum sudah mempunyai andil besar terhadap bangsa. Terutama dalam prestasi bulutangkis.

PB Djarum sudah mengeluarkan banyak biaya untuk mengantarkan para pebulutangkis sampai bisa mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia.

"Olahraga bangsa kita tidak dibiayai Djarum tidak akan berprestasi. Kedua, yang namanya audisi tidak ada orang merokok di situ," ucapnya.

Lebih jauh, Rudy meminta agar KPAI tidak hanya sekadar mengawasi adanya eksploitasi anak. Namun, lebih jauh lagi soal nasib anak kedepannya.

Baca Juga: Polemik PB Djarum dan KPAI, Susy: Kalau Tak Peduli, Jangan Tuntut Prestasi

Audisi umum pencarian bakat PB Djarum. [Dok. PB Djarum]

Salah satunya adalah memastikan para lulusan SMA atau SMK sudah mendapatkan pekerjaan.

"Kita tidak usah terjebak ego, yang penting, mohon maaf, KPAI tugasnya tidak mengurusi masalah eksploitasi anak saja. Tapi anak itu setelah lulus SMK itu mau ke mana, kerja atau tidak. Kalau hanya mengurusi KDRT, kekerasan seksual terhadap anak itu tidak akan rampung urusan republik ini," kata Rudy.

Rudy pun sangat menyayangkan adanya polemik ini. Bahkan sampai Djarum menghentikan audisinya untuk mencari bibit unggul calon atlet bulutangkis Indonesia.

"Saya sangat menyayangkan sampai KPAI menuntut Djarum. Wong yang ikut audisi tidak merasa dieksploitasi kok. Audisi kok eksploitasi gimana," tandasnya.

Kontributor : Ari Purnomo

Load More