Rizki Nurmansyah | Arief Apriadi
Kamis, 23 Januari 2020 | 13:34 WIB
Ekspresi kegembiraan pasangan ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, bersama sang pelatih, Eng Hian, usai memastikan diri meraih medali emas SEA Games 2019 dengan mengalahkan Chayanit Chaladchalam/Phataimas Muenwong (Thailand), Senin (9/12). [Humas PBSI]

Suara.com - Pelatih Ganda Putri PBSI Eng Hian angkat bicara terkait meningkatnya performa pasangan Greysia Polii/Apriyani Rahayu di awal tahun 2020.

Greysia/Apriyani mengawali 2020 dengan torehan positif. Di dua turnamen awal tahun, mereka berhasil meraih satu gelar dan predikat semifinalis.

Predikat semifinalis didapat Greysia/Apriyani di Malaysia Masters yang berlangsung 7-12 Januari lalu.

Sepekan kemudian, pasangan bulutangkis ranking delapan dunia ini sukses meraih gelar di Indonesia Masters 2020.

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu (kiri) dan Greysia Polii (kanan) memegang medali usai menjuarai kejuaraan Daihatsu Indonesia Masters 2020 kategori ganda putri di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1). [Suara.com/Alfian Winanto]

Eng Hian menilai anak didiknya kini mampu tampil lebih percaya diri. Pola permainan mereka juga lebih efisien dalam 'mematikan' lawan.

"Jadi mereka main sudah lebih enjoy, mereka sudah tahu porsinya," ujar Eng Hian saat ditemui di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (22/1/2020).

"Di Malaysia Masters saya lihat Greysia/Apriyani sudah jauh lebih baik. Terutama dalam penerapan strategi, dan satu pemikiran untuk tidak main lama-lama."

Pebulu tangkis ganda putri Indonesia Apriyani Rahayu dan rekannya Greysia Polii mengembalikan kok ke arah lawannya asal Denmark Maiken Fruergaard dan Sara Thygesen dalam pertandingan babak final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (19/1). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Terakhir di Indonesia Masters minggu lalu, mereka tampil cukup efektif. Jadi intinya ini soal strategi dan pola," paparnya.

Pada 2019, grafik permainan Greysia/Apriyani cenderung menurun hingga berdampak pada perolehan gelar yang mereka raih.

Dari 20 turnamen BWF yang diikuti, mereka hanya meraih satu gelar, yakni India Open.

"Greysia/Apriyani sebetulnya sudah berada di level Top 10 ganda putri. Tapi tahun lalu itu cara bermain dan pola pikir mereka itu tidak berubah," ujarnya.

"Semestinya kalau bisa mendapatkan poin lebih cepat ya itu lebih baik. Tak perlu mematikan lawan dengan 10 pukulan, apabila lima pukulan saja sebenarnya sudah bisa," pungkas Eng Hian.

Read more...