Suara.com - Delapan pebulutangkis Indonesia telah dijatuhi hukuman oleh Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) setelah terbukti melakukan pengaturan skor atau match fixing.
Lewat laman resminya, Jumat (8/1/2021), BWF mengumumkan delapan atlet bulutangkis RI itu terbukti bersalah dan telah melakukan match fixing pada periode 2015 hingga 2017.
"Delapan pemain Indonesia yang saling mengenal, dan berkompetisi di kompetisi internasional level bawah sebagian besar di Asia hingga 2019, melanggar Peraturan Integritas BWF terkait pengaturan pertandingan, manipulasi pertandingan dan / atau taruhan bulu tangkis," demikian pernyataan BWF.
Setelah melakukan investigasi termasuk mewawancarai langsung para pelaku terkait, BWF mendapatkan fakta bahwa tiga diantara mereka menjadi kordinator dari aksi tak sportif itu.
"Kedelapan pemain untuk sementara diskors pada Januari 2020 hingga keputusan dapat dibuat melalui proses dengar pendapat," tulis BWF.
Sementara tiga orang yang kedapatan mengakomodir tindakan match fixing itu mendapat hukuman berat dari BWF, yakni tak boleh mengikuti semua kegiatan yang berhubungan dengan bulutangkis seumur hidup.
"Lima orang lainnya diskors antara enam sampai 12 tahun dan denda masing-masing antara 3.000 dolar AS (sekitar Rp 42 juta) dan 12.000 dolar AS (sekitar Rp 169 juta)."
Kedelapan pebulutangkis Indonesia itu antara lain Hendra Tandjaya, Ivandi Danang, Androw Yunanto, Sekartaji Putri, Mia Mawarti, Fadilla Afni, Aditiya Dwiantoro dan Agripinna Prima Rahmanto Putra.
Nama terakhir sempat menjadi bagian pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI pada media 2010-an awal. Dia sempat berpasangan dengan Marcus Fernaldi Gideon dan Hardianto.
Baca Juga: China-Jepang Mundur, Praveen / Melati Cs Ditarget Sapu Bersih Tiga Tur Asia
Menanggapi berita tersebut, PBSI memastikan kedelapan pebulutangkis tidak ada yang menjadi penghuni Pelatnas PBSI saat ini. Mereka juga mengutuk aksi tak sportif yang secara tak langsung mencoreng wajah Indonesia.
"Bisa dipastikan, delapan pemain yang dihukum BWF tersebut adalah bukan pemain penghuni Pelatnas PBSI di Cipayung, Jakarta Timur," tegas Kepala Bidang Humas dan Media PBSI, Broto Happy dalam rilis, Jumat (8/1/2021).
PBSI juga mengatakan bahwa ketika kedelapan pemain itu melakukan aksi melanggar aturan BWF pada periode 2015 hingga 2017, tak ada satupun yang menjadi bagian Pelatnas PBSI.
"PBSI mengutuk perbuatan tercela tersebut yang telah mencederai nilai-nilai luhur olahraga yang seharusnya dijunjung tinggi oleh setiap atlet, seperti sportivitas, fair play, respek, jujur, dan adil," tutur Broto Happy.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Padukan Olahraga dan Festival Budaya, Bhinneka Run 2026 Janjikan Pengalaman Lari Berbeda di TMII
-
Erick Thohir Puji IBL, Lima Musim Hadirkan Lima Juara Berbeda
-
Ranking FIVB Timnas Voli Indonesia Usai Juara AVC Cup 2026
-
Drama 5 Game Final Berakhir Manis, Cesar Camara Puji Mentalitas Juara Bogor Hornbills
-
David Nuban Ungkap Kunci Bogor Hornbills Juara IBL 2026: Bukan Cuma Thibodeaux!
-
Sejarah Baru! Bogor Hornbills Resmi Jadi Juara IBL 2026 Usai Bungkam Pelita Jaya di Game Penentuan
-
Reaksi Geram Publik Korsel Usai Timnas Voli Indonesia Cetak Sejarah di AVC Cup 2026
-
Perjalanan Timnas Voli Indonesia Juara AVC Cup 2026: Pembalasan Sempurna Boy Arnez Cs
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Running Fest 2026 di Masjid Al Ikhlas, Bukti Olahraga Bisa Satukan Perbedaan