Sport / Raket
Minggu, 04 April 2021 | 23:45 WIB
Ilustrasi tenis. [Shutterstock]

Suara.com - Menteri Olahraga Prancis, Roxana Maracineanu, mengatakan ada kemungkinan turnamen tenis French Open 2021 ditunda untuk tahun kedua dikarenakan krisis pandemi COVID-19.

Prancis memasuki masa pembatasan sosial secara nasional untuk ketiga kalinya pada Sabtu (3/4/2021) untuk menahan penyebaran virus corona, meskipun sebagian besar olahraga profesional terhindar dari tindakan tersebut.

Pengecualian dilakukan untuk olahraga balap sepeda Paris-Roubaix telah ditunda dari rencana awal 11 April. French Open, yang tahun lalu ditunda empat bulan dan berlangsung dengan jumlah kerumunan terbatas, akan dimulai tahun ini pada 23 Mei.

"Kami sedang berdiskusi dengan mereka (Federasi Tenis Prancis, penyelenggara acara) untuk melihat apakah kami harus mengubah tanggal bertepatan dengan kemungkinan dimulainya kembali semua olahraga dan acara besar," kata Maracineanu dikutip dari Reuters, Minggu (4/4/2021).

"Saat ini, meskipun acara besar untuk olahraga dipertahankan, kami mencoba untuk membatasi risiko berkelompok, penyebaran virus dalam olahraga profesional."

Presiden Emmanuel Macron pada Rabu (31/3/2021) lalu mengharapkan untuk membuka kembali Prancis pada pertengahan Mei.

Sementara itu, Direktur Jenderal Federasi Tenis Prancis (FFT), Gilles Moreton pada awal pekan ini mengatakan bahwa dia tidak bisa membayangkan turnamen Grand Slam tersebut dibatalkan.

French Open 2021 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 17 Mei hingga 6 Juni.

[Antara]

Baca Juga: Solskjaer Tutup Kans Manchester United Datangkan Sergio Aguero

Load More