Sport / balap
Cesar Uji Tawakal | Gagah Radhitya Widiaseno
Rider Monster Energy Yamaha, Maverick Vinales. [LLUIS GENE / AFP]

Suara.com - Kabar mengenai keluarnya Maverick Vinales dari tim Yamaha MotoGP memang membuat publik geger.

Pasalnya, beberapa pihak tak menyangka kalau Maverick Vinales cabut dari Yamaha terlalu dini.

Pembalap Yamaha ini menandatangani kontrak hingga tahun 2022. Tetapi justru belum habis kontrak, ia memilih untuk tidak melanjutkannya.

Maverick Vinales pun disebutkan hengkang dari Yamaha karena merasa di tim tersebut dia tak bisa memaksimalkan potensi dirinya.

Baca Juga: 5 Pembalap MotoGP yang Punya Hubungan Runyam dengan Tim Utama, Endingnya Hengkang Dadakan

Gara-gara hal itu, Maverick Vinales pun tak bisa menjadi juara dunia meski sudah berada di Yamaha selama empat tahun.

Hal ini pun membuat rivalnya, Johann Zarco turut memberikan tanggapan terkait kepergian Maverick Vinales tersebut.

Johann Zarco dengan motor tim Pramac Racing (Twitter)

Johann Zarco merasa Maverick Vinales kurang merasa bersyukur karena berada di tim yang kuat seperti Yamaha.

Ditambah Vinales diisukan akan bergabung dengan Aprilia yang notabenenya masih kalah jauh dengan Yamaha saat ini menurut Johann Zarco.

"Sulit untuk mengatakan apakah Vinales telah membuat keputusan yang tepat atau tidak dengan pergi dari Yamaha," kata Zarco dikutip dari Motorsport.

Baca Juga: Top 5 Sport: Komentar Vinales Usai Kalah Telak dari Quartararo di MotoGP Belanda

"Ketika saya pergi dari KTM, pada saat itu saya tidak bisa finis di podium maupun meraih pole position," jelas Zarco.

"Satu hal yang pasti, dia tidak sadar betapa beruntungnya dia dengan apa yang sudah dimilikinya saat ini (di tim Yamaha)," tambah pembalap asal Prancis itu.

Komentar