Suara.com - Pebulu tangkis ganda putra nomor satu dunia, Marcus Fernaldi Gideon mengungkapkan kesan pertamanya saat tiba di Perkampungan Atlet Olimpiade Tokyo pada hari Senin, yang ia nilai cukup nyaman dengan fasilitas seperti apartemen.
"Kesan pertama saya ya lumayan nyaman di sini. Pengalaman pertama juga saya tinggal di dalam perkampungan atlet. Bentuk ruangannya seperti apartemen. Satu apartemen diisi delapan orang dan satu kamar diisi berdua. Di luar toiletnya ada dua," kata Marcus tentang kamarnya, demikian dikutip Antara dari keterangan resmi PBSI, Selasa.
Di Perkampungan Atlet, seluruh kontingen Indonesia ditempatkan dalam satu lantai, di Lantai 16 Tower lima.
Pebulu tangkis yang berpasangan dengan Kevin Sanjaya Sukamuljo ini juga menceritakan suasana di Perkampungan Atlet yang sudah mulai ramai.
"Karena Olimpiade tinggal beberapa hari lagi, suasana di sini sudah ramai dengan para kontingen. Cukup seru tapi harus tetap jaga protokol kesehatan dengan ketat. Menjaga jarak, terutama ketika sedang makan," Marcus menuturkan
"Suasananya berbeda pastinya, rasa Olimpiadenya sudah sangat terasa," katanya menambahkan.
Tim bulu tangkis Indonesia hari ini dijadwalkan menggelar latihan perdana di Mushashino Forest Sport Plaza yang nantinya menjadi tempat pertandingan pada pukul 15.00 waktu setempat.
Tim bulu tangkis Indonesia yang akan berlaga di ajang Olimpiade Tokyo 2020 sudah bergabung dengan anggota kontingen Merah-Putih lain di Perkampungan Atlet sejak Senin. Pasukan tepok bulu ini disambut langsung Chef de Mission (CDM) Kontingen Indonesia untuk Olimpiade 2020 Tokyo Rosan P. Roeslani.
"Alhamdullilah tim bulu tangkis Indonesia sudah tiba di Perkampungan Atlet dan bergabung bersama kami. Tadi pelatih sempat katakan pemusatan pelatihan di Kumamoto lancar dan mereka berlatih dengan protokol yang sangat ketat. Pebulu tangkis kita juga mendapat pengalaman positif dari TC di Kumamoto," kata Rosan.
Baca Juga: Ini Pesan Liliyana Natsir untuk Atlet Indonesia di Olimpiade Tokyo
Berita Terkait
-
Sentuhan Dingin Marcus Gideon Bawa Atletnya ke Pelatnas PBSI, Biaya Latihan Mandiri Langsung Diganti
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
Rahasia Indonesia Lampaui Target di ASEAN Para Games 2025, Raih 392 Medali!
-
UPDATE ASEAN Para Games 2025: Indonesia di Peringkat Kedua, Debutan Jadi Sumber Kejutan Medali
-
Indonesia Disambut Meriah di Upacara Pembukaan ASEAN Para Games 2025, Ini Respon Erick Thohir
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Menpora Puji Keberanian Viona Ungkap Kasus Pelecehan Seksual di Kickboxing
-
Pecahkan Rekor Dunia, Atlet Kriket Indonesia Terima Sertifikat Guinness World Records
-
Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open
-
Anggap Semua Laga bak Final, Ini Resep Rahasia Anthony Ginting ke Perempat Final Swiss Open 2026
-
Menpora Dukung FPTI Bentuk Tim Pencari Fakta Demi Wujudkan Keadilan Bagi Atlet
-
Go Internasional! Byon Combat akan Digelar di Malaysia untuk Kali Pertama
-
Daftar Pemain Tim Merah untuk IBL All-Star 2026, Andakara Prastawa Dhyaksa Jadi Kapten
-
Daftar Pemain Tim Biru untuk IBL All-Star 2026, Yudha Saputera Jadi Kapten
-
Swiss Open 2026: Enam Wakil Indonesia Melaju ke Perempat Final, Putri KW hingga Ginting
-
Kasus Pelecehan Seksual di Panjat Tebing, Yenny Wahid Bentuk Tim Pencari Fakta