Sport / raket
Arief Apriadi
Ekspresi Tontowi Ahmad usai memastikan diri bersama partnernya di ganda campuran, Liliyana Natsir, meraih medali emas Olimpiade 2016 Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (17/8/2016). [AFP/Ben Stansall]

Suara.com - Mantan pebulutangkis sektor ganda campuran, Tontowi Ahmad memberi dukungan semangat kepada wakil-wakil Indonesia yang tengah berjuang di Olimpiade Tokyo 2020.

Tontowi Ahmad yang merupakan peraih medali emas di Olimpiade Rio de Janeior 2016 bersama Liliyana Natsir, mengatakan dibutuhkan perjuangan dan tekad yang kuat untuk bisa meraih prestasi di pesta olahraga terbesar di dunia tersebut.

"Tidak mudah memang untuk mendapatkan sebuah kepingan emas ini, tapi percayalah dengan kekuatan tekad pengorbanan juga perjuangan kalian sampe titik darah penghabisan, saya yakin kalian bisa untuk mendapatkannya," kata Tontowi Ahmad.

Mantan pemain ganda campuran nomor satu dunia itu pun memberikan semangat dan mendoakan agar skuad Merah Putih dapat meraih hasil terbaik di Olimpiade Tokyo.

Baca Juga: Ini Jadwal Indonesia di Hari Keenam Olimpiade, 28 Juli 2021

"Selamat berjuang untuk teman-teman yang sedang berjuang di Olimpiade Tokyo. Saya yakin dengan kekuatan kalian, kalian bisa mendapatkan hasil yang terbaik. Goodluck!," kata Tontowi menambahkan.

Tontowi adalah pebulu tangkis Indonesia yang memiliki segudang prestasi. Salah satu kesuksesan terbesarnya adalah meraih medali emas bersama Liliyana Natsir di Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan / Melati Daeva Oktavianti tampil di Olimpiade Tokyo. [ANTARA/REUTERS/LEONHARD FOEGER]

Ketika itu, pasangan yang akrab dengan sebutan Owi/Butet mengalahkan wakil Malaysia Chan Peng Soon/Goh Liu Ying di final dengan skor 21-14, 21-12.

Untuk bisa meraih prestasi tersebut, perjalanan Tontowi tidak mudah. Sebelumnya, ia bersama Liliyana juga sempat merasakan kegagalan saat tampil di Olimpiade London 2012 dengan tersingkir di semifinal.

Bahkan, Owi/Butet juga kalah dalam perebutan perunggu dari wakil Denmark J Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dengan skor 12-21, 12-21. Kegagalan mereka di London mengejutkan karena kala itu berstatus sebagai unggulan.

Baca Juga: Wajib Ditonton! Prancis Ciptakan Duel Menarik Lawan Amerika di Semifinal 3x3 Putri

Meski demikian, perjuangan Owi/Butet terbayarkan dengan raihan emas di Olimpiade berikutnya di Rio de Janeiro.

Komentar