Tak berhenti di situ, Syuci juga menyumbang tiga emas dalam ASEAN Para Games 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Bahkan ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018 di Jakarta, Syuci menyumbang dua emas, satu perak dan satu perunggu.
Setelah itu, beberapa pencapaian lainnya sukses dia raih di Seri Kejuaraan Dunia, di antaranya di Berlin 2018 dengan dua perunggu. Lalu satu perak dan satu perunggu dalam gelaran INAS Global 2019 di Brisbane, Australia.
Renang telah mengubah hidup Syuci. Ditambah dengan kerja keras dan semangat tinggi, ia bisa merasakan hasil dari perjuangannya selama ini.
"Hidup saya telah banyak mengalami perubahan sejak peristiwa yang tak terlupakan pada tahun 2018 (meraih prestasi di Asian Para Games)," kata Syuci dikutip Antara dari laman resmi IPC.
"Pertama, saya berhasil membangun kolam renang untuk diri saya sendiri. Impian saya memiliki mobil sendiri juga menjadi kenyataan."
"Yang terpenting, saya kini bisa beramal dengan apa yang saya peroleh. Ada begitu banyak hal hebat yang terjadi dalam hidup saya, yang saya banggakan setelah sukses Asian Para Games," tambahnya.
Syuci pun berharap seluruh prestasi yang telah ia raih dapat menginspirasi orang lain, khususnya kaum perempuan di Indonesia. Menurut dia, kesempatan untuk meraih prestasi terbuka lebar bagi setiap orang, selama ada kemauan yang kuat.
"Pemerintah sangat mendukung para atlet dengan menyediakan peralatan dan fasilitas lainnya. Saya berharap semua para atlet perempuan di Tanah Air dapat mengejar impian mereka untuk menjadi juara," kata Uci, panggilan akrab Syuci Indriani.
Baca Juga: Terlalu Dini Bagi Lionel Messi Lakoni Debut di PSG, Begini Alasan Pochettino
Selanjutnya di Paralimpiade Tokyo nanti, Syuci bakal tampil dengan penuh percaya diri. Berbekal persiapan yang matang, dia optimistis dapat memperbaiki pencapaiannya di Rio de Janeiro.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Syuci dalam 10 bulan terakhir intens berlatih. Ia ingin memperbaiki catatan waktunya, sehingga bisa menyumbang medali untuk Indonesia di Paralimpiade Tokyo.
Kepercayaan diri Syuci Syuci di Paralimpiade Tokyo meningkat setelah sebelumnya meraih hasil gemilang pada Kejuaraan World Para Swimming Berlin 2021 World Series, Juni lalu.
Dalam ajang tersebut, Syuci yang tampil di kelas S14 putri itu meraih tiga emas dari nomor 400 meter gaya bebas, 100 meter gaya kupu-kupu dan 50 meter gaya kupu-kupu. Selain itu, ia juga membawa pulang satu perak dari nomor 200 meter gaya ganti.
“Paralympic Games sangat istimewa bagi saya, dan saya sangat bangga pada diri saya sendiri bahwa saya bisa mendapatkan tiket untuk Paralimpiade kali ini juga. Pasti tidak mudah karena persaingannya ketat, yang terbaik dari seluruh dunia akan ada di sana,"
Biodata singkat
Berita Terkait
-
ASEAN Para Games 2025: Rebut Tujuh Emas, Jendi Pangabean Buktikan Konsistensi dan Dukungan Keluarga
-
Tim Para Renang Indonesia Bawa Pulang 11 Medali di World Series 2025
-
Reda Manthovani Bawa Indonesia Harum di Korea! Raih Gelar Grand Master Taekwondo Dunia
-
Raih Emas Paralimpiade, Annabelle Williams Ungkap Inspirasi Ketangguhan Bersama Mowilex
-
Kesulitan Sebut "Paralimpiade", Pidato Gibran di Hari Disabilitas Jadi Sorotan
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- 5 Motor Irit tapi Bukan Honda BeAT, Mesin Awet untuk Jangka Panjang, Cocok untuk Pejuang Nafkah
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
Pilihan
-
Iran Angkat Mohammad Bagher Zolghadr sebagai Pengganti Ali Larijani
-
Heboh Wanita Muda Hendak Akhiri Hidup di Depan Istana Merdeka, Untung Ketahuan Paspampres
-
Kasus Dean James Memanas, Pundit Belanda: Efeknya Bisa Guncang Eredivisie
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
Terkini
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Orleans Masters 2026: Melangkah ke Perempat Final, Amri/Nita Percaya Diri Hadapi Persaingan
-
Orleans Masters 2026: Pantang Menyerah, Raymond/Joaquin Sukses Raih Tiket Delapan Besar
-
Orleans Masters 2026: Kalah dari Rival Lama, Anthony Sinisuka Ginting Ungkap Penyebabnya