Namun, lanjut Ivert dia punya semangat dan ketekunan dalam berlatih, saat diberikan materi latihan yang berat dia juga jarang mengeluh.
" Anaknya sedikit cuek, tapi penurut dengan pelatih, bahkan ketika dia sudah bergabung dengan timnas pun masih terjalin komunikasi yang baik dengan mantan pelatihnya, termasuk dengan saya," jelas Ivert.
Rekannya sesama atlet Kaltim juga memandang Ima sebagai sosok yang menyenangkan, supel dan tidak sombong dalam bergaul.
" Orangnya asyik, meski atlet senior tapi bisa membaur dengan adik-adiknya yang junior," kata Gebby Novita atlet anggar Kaltim memandang sosok Ima.
Pelatih anggar Kaltim Ahmad Saibi, mengatakan pada PON Papua tahun ini, Ima memang menjadi andalan untuk meraih medali emas.
" Target kami untuk PON Papua satu emas, pada nomor sabel ini kami punya kekuatan atlet yang cukup kuat, yakni Ima Safitri dan Gebby Novita yang mendukuki rangking teratas nasional, prediksi kami emas bisa kita dapatkan pada nomor beregu, dan alhamdulilah bisa meraih dua emas, yakni di sabel perorangan dan sabel beregu," jelas Saibi.
Saibi mengatakan Ima Safitri sebagai atlet senior masih punya peluang untuk tampil di PON selanjutnya Aceh dan Sumut, karena batasan usia atlet PON di cabang adalah 25 tahun.
" Saat ini Ima Safitri berusia 29 tahun, lima tahun lagi usianya 34 tahun, artinya dia masih bisa menjadi punggawa utama tim Kaltim pada PON Aceh dan Sumut lima tahun mendatang," kata Ahmad Saibi.
Ketua Ikatan Anggar Seluruh Indonesia ( IKASI) Kaltim, Muslimin mengatakan PON XX Papua tahun 2021 ini menjadikan sejarah baru bagi prestasi anggar Kaltim, karena baru pertama kalinya bisa membawa pulang dua medali emas.
Baca Juga: PON Papua: Kalahkan Jabar, Jatim Lolos ke Semifinal Sebagai Juara Grup E
Sebelumnya, tim Kaltim baru bisa meraih medali emas pada PON 2016 di Jawa Barat, dan saat itu hanya satu medali emas melalui nomor floret beregu putri.
" Selama bertahun partisipasi di ajang PON hanya medali perak dan perunggu yang bisa kita raih, baru tahun 2016 di Jawa Barat kami bisa membawa pulang medali emas, dan tahun ini kita bisa menambah satu lagi menjadi dua emas, ini menjadi sejarah baru prestasi tim anggar Kaltim dalam kiprahnya di ajang PON," jelas Muslimin.
Berita Terkait
-
Deretan Kontroversi Rudy Masud: Mobil Dinas Rp8,5 Miliar hingga Renovasi Rumdin Rp25 M!
-
Minta Maaf Soal Renovasi Mewah, Cincin Blue Sapphire Gubernur Rudy Mas'ud Malah Bikin Gagal Fokus
-
Reshuffle Kabinet Terkini, Kenapa Prabowo Pilih Senin Wage dan Tinggalkan Tradisi Rabu Pon Jokowi?
-
Rudy Masud Didemo di Kaltim, Sekjen Golkar Ingatkan Kader: Peka ke Rakyat, Hindari Gaya Hidup Mewah
-
Siapa Rudy Mas'ud sebelum Jadi Gubernur? 3 Kebijakan Kontroversial Bikin Heran
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Janice Tjen Tersingkir di Babak Pertama WTA 1000 Roma
-
Marc Marquez Tertekan! Awal Buruk MotoGP 2026 Bikin Misi Juara Terancam
-
Deklarasi Bali Sepakati Enam Poin Krusial untuk Transformasi SEA Games
-
13 Atlet Panjat Tebing Indonesia Jadikan Seri Wujiang Pemanasan Asian Games
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun