Suara.com - Sebanyak 96 rekor nasional nomor pertandingan cabang olahraga para-atletik pecah selama penyelenggaraan Pekan Paralimpik Nasional (Peparnas) XVI Papua.
Data yang dihimpun Antara dari Technical Delegates (TD) Para-Atletik, Sabtu (13/11/2021), pemecahan rekornas dilakukan oleh atlet elite maupun atlet debut.
Atlet elite adalah mereka yang pernah berlaga di ajang olahraga internasional dan hanya diperbolehkan mengambil satu nomor pertandingan pada Peparnas Papua.
Sejumlah paralimpian juga tercatat sebagai pemecah rekornas, antara lain sprinter asal Jawa Tengah Karisma Evi Tiarani di nomor 100 meter T43-44 putri.
Evi yang pernah berlaga di Paralimpiade Tokyo itu mencatatkan waktu 15,00 detik yang mampu mempertajam rekornas yang dicetaknya sendiri pada Peparnas 2016 di Jawa Barat, dengan catatan waktu 15,02 detik.
Ada pula Jaenal Aripin, pebalap kursi roda yang turun di nomor 100 meter T54 putra dengan mencatatkan waktu tercepat, yakni 14,76 detik.
Catatan waktu itu memperbaiki rekornas yang dicetaknya pada Peparnas Jabar, yakni 15,51 detik.
Tak ketinggalan, sprinter Saptoyogo Purnomo yang turun di nomor 100 meter T37 putra dengan catatan waktu 11,78 detik atau memecahkan rekornas yang dicetak Zeth Karanen dari Papua dengan 12,72 detik pada Peparnas Jabar.
Dari 96 rekornas tersebut, tujuh di antaranya adalah rekor baru yang dicetak di Peparnas Papua.
Baca Juga: Peparnas Papua Sukses, Lukas Enembe Berterima Kasih ke Presiden dan Menpora
Di antaranya, Slamet Wahyu Jati dari Jawa Tengah yang mencetak rekornas nomor 400 meter T12 putra.
Nur Ferry Pradana dari Sumatra Utara mencetak rekornas nomor 400 meter T47 putra, dan Eko Saputra, sprinter dari Sumut pada nomor 100 meter T12 putra.
Peparnas Papua diikuti oleh 1.985 atlet penyandang disabilitas dari 34 provinsi pada 6-13 November 2021.
Tuan rumah membuat sejarah dengan menjadi juara umum Peparnas Papua dengan mengoleksi 127 emas, 87 perak, dan 93 perunggu.
Penutupan Peparnas dilakukan langsung oleh Presiden Jokowi, sementara pembukaan dilakukan oleh Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin.
Berita Terkait
-
HET Beras di Maluku-Papua Jebol Berbulan-bulan, Pengamat: Janji Pemerintah Gagal Ditepati
-
Program KNMP Dongkrak Produktivitas Nelayan hingga Dua Kali Lipat
-
Deforestasi Indonesia Melonjak 66 Persen di 2025, Papua hingga Kalimantan Paling Terdampak
-
Satgas Damai Cartenz Ringkus Dua Anggota Jaringan Senjata dan Amunisi Ilegal di Jayapura
-
Banjir Akibat Danau Sentani Meluap
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
- 5 HP Infinix Termurah dengan Fitur NFC yang Canggih, Mulai Rp1 Jutaan
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Pesilat Indonesia Kompak Dukung Misi Prabowo: Pencak Silat Wajib Tembus Olimpiade!
-
Dari Bela Diri ke Jati Diri, Prabowo Subianto Soroti Makna Pencak Silat bagi Bangsa
-
Prabowo Subianto Tegaskan Bangsa Besar Harus Bangga Budayanya Jangan Minder
-
Presiden Prabowo Titip Pesan Serius ke Ketua IPSI Baru: Bawa Pencak Silat ke Olimpiade
-
Prabowo: Indonesia Guru Pencak Silat, Thailand-Vietnam Kini Jadi Penantang Serius
-
Fajar/Fikri Diadang Kuda Hitam Korea, 2 Wakil Indonesia Jadi Tumpuan Terakhir di BAC 2026
-
Final Four Proliga 2026: Popsivo Polwan Menang Pertama, Usai Tumbangkan Electric PLN Mobile
-
Comeback di Gim Kedua, Fajar/Fikri Satu-satunya Wakil yang Tembus Semifinal BAC 2026
-
Sudah Unggul 20 Poin, Jonatan Christie Akui Momen Krusial Jadi Penentu Kekalahan
-
Dari Kawan Jadi Lawan, Saat Yudha dan Pandu Saling Lempar Psywar Jelang IBL All-Star 2026