- Satgas ODC berhasil menangkap petinggi KKB, Homi Heluka, yang merupakan Komandan Batalyon Yamue, di Dekai, Yahukimo, pada Jumat (20/2/2026).
- Homi Heluka terlibat dalam sembilan insiden kriminal serius termasuk penyerangan Brimob, pembunuhan 17 pendulang emas, dan penembakan aparat.
- Dalam operasi pengembangan, Satgas ODC juga mengamankan Simak Kipka terkait kasus pembakaran mobil Kepala Desa Yalmabi di Yahukimo.
Suara.com - Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz (ODC) melaporkan keberhasilan dalam mengamankan salah satu petinggi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang kerap menebar teror di wilayah Papua Pegunungan.
Personel gabungan menangkap Homi Heluka di Dekai, Kabupaten Yahukimo, pada Jumat (20/2). Penangkapan ini menjadi sorotan penting mengingat posisi strategis yang bersangkutan dalam struktur organisasi KKB di wilayah tersebut.
Kepala Operasi Damai Cartenz (ODC) Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengonfirmasi bahwa penangkapan dilakukan di titik yang cukup krusial di pusat kabupaten.
"Homi Heluka ditangkap di sekitar kantor DPRD Yahukimo di Dekat, sekitar pukul 11.00 WIT," kata Kaops Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani di Jayapura, Jumat (20/2/2026).
Homi Heluka diketahui memegang jabatan penting sebagai Komandan Batalyon Yamue. Berdasarkan catatan kepolisian, rekam jejak kriminalnya sangat panjang dan melibatkan berbagai aksi kekerasan bersenjata yang menyasar aparat keamanan maupun masyarakat sipil di Kabupaten Yahukimo.
Setidaknya terdapat sembilan insiden besar yang dikaitkan langsung dengan aktivitas Homi Heluka.
Salah satu aksi paling menonjol adalah keterlibatannya dalam penyerangan terhadap personel Brimob Satgas Preventif ODC-2022.
Insiden yang terjadi di Kilometer 8 Logpon tersebut mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dari pihak kepolisian, yakni menewaskan Bripda Gilang Aji Prasetya (MD) serta menyebabkan luka tembak pada Briptu Fazuarsah.
Selain menyasar aparat, kelompok yang dipimpin Homi Heluka juga kerap melakukan aksi pembakaran dan pembunuhan terhadap warga yang bekerja di sektor informal.
Baca Juga: 4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai
Pada 28 Januari 2025, ia terlibat dalam pembakaran mobil Satuan Binmas di Jalan Paradiso. Tak berhenti di situ, aksi brutal berlanjut pada 7 April 2025 di lokasi pendulangan emas.
Serangan di area tambang rakyat tersebut mengakibatkan tragedi kemanusiaan besar dengan tewasnya 17 orang pendulang.
Homi Heluka juga diidentifikasi terlibat dalam penembakan yang merenggut nyawa anggota TNI, yakni Serka Segar Mulyana yang bertugas di Kodim 1715 Yahukimo.
Kekerasan terhadap pekerja sipil kembali terjadi pada 16 Juni 2025, di mana terjadi penganiayaan dan pembunuhan terhadap tukang sensor kayu di Kampung Samboga.
Peristiwa itu menyebabkan satu orang bernama Udin meninggal dunia, sementara rekannya, Edi Supirman, mengalami luka-luka.
Rentetan aksi kriminalitas yang melibatkan Komandan Batalyon Yamue ini terus berlanjut hingga tahun berikutnya. Pada 17 Juni 2025, ia terlibat penganiayaan berat terhadap Ujang Supriyatna di Seradala.
Tag
Berita Terkait
-
Legenda Persipura Ungkap Hasil Pertemuan dengan Gubernur Papua
-
Gubernur Papua Jamin Dukungan Penuh untuk Persipura Jayapura
-
4 Anggota KKB Elkius Kobak Diringkus di Yahukimo, Dua Teridentifikasi Pembakar SMAN 2 Dekai
-
Darurat Kemanusiaan: Rumah Solidaritas Papua Desak Presiden Segera Laksanakan Rekomendasi DPD RI
-
Kekuatan KKB Yahukimo 200 Orang, Pola Serangan Disebut Sasar Pilot dan Warga Sipil
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Mendagri Pastikan Pascabencana Sumatera Masuk Tahap Pemulihan, Anggaran Rp100,1 Triliun Disiapkan
-
Renduk Pemulihan Pascabencana Himpun 11.512 Kegiatan, Ini Skala Prioritasnya
-
Standardisasi Kemasan Rokok, Kebijakan Kesehatan atau Ancaman Ekonomi Rakyat?
-
Tak Pandang Bulu! Bareskrim Akui Anggota Polisi Berinisial AFH Terseret Kasus Narkoba B Fashion
-
Sambil Terisak, Megawati Tegaskan Indonesia Haramkan Hubungan Diplomatik dengan Israel
-
Uang Negara Menguap Triliunan! Kejagung Didesak Bongkar Mafia di Balik Investasi Telkomsel ke GoTo
-
Geger! Kafe AfterHour di Poins Square Hangus Dilalap Sijago Merah, Satu Karyawan Jadi Korban
-
Teka-teki 9 Kotak Jam Mewah Fadia Arafiq, KPK Buru Sisa Rolex yang 'Hilang' dari Wadahnya
-
Waspada Lewat S. Parman! Begal Modus Polisi Gadungan Gentayangan, Tuduh Korban Bawa Narkoba
-
Lingkaran Setan Kekerasan, 70 Persen Ayah yang Memukul Ternyata Pernah Jadi Korban Masa Kecil