Suara.com - Atlet bulutangkis Jonatan Christie menjadi sorotan lantaran memenangkan Swiss Open 2022. Ternyata, bukan hanya sekali ini Jonatan Christie membanggakan Indonesia.
Jonatan Christie yang kerap disapa Jojo itu telah meraih sederet prestasi sejak usia 15 tahun. Berikut sepak terjang Jonatan Christie.
Sepak Terjang Jonatan Christie
Nama Jonatan Christie semakin dikenal, tetapi perjuangannya menuju titik ini tidak hanya semudah membalikkan tangan. Perjuangan yang ia lalui dan berkali-kali latihan yang ia tekuni akhirnya membuahkan hasil.
Meskipun masih berusia 25 tahun, ia sudah meraih banyak prestasi yang cukup membanggakan. Bahkan prestasinya mampu membawanya hingga menjajal menjadi pemeran dala sebuah film.
Jonatan Christie yang memiliki nama lengkap Leonardus Jonatan Christie mendapatkan gelar pertamanya pada Juli 2013 dalam ajang Indonesia International Challenge.
Jonatan Christie yang kerap disapa Jojo ini juga mengikuti turnamen yang lebih bergengsi seperti Grand Prix Gold, Super Series, BWF, dan lain sebagainya.
Jonatan Christie telah meraih berbagai penghargaan dari turnamen badminton berbengsi juga seperti Sea Game, Thomas Cup, Sudirman Cup, dan lain-lain.
Terhitung hingga saat ini ia memenangkan 213 kali kemenangan di setiap pertandingannya. Hal ini membuat nama Jonatan Christie menduduki peringkat ke 7 pada 12 Oktober 2021 dalam Federasi Bulu Tangkis Dunia atau FBD.
Baca Juga: Tekuk Ganda Putra Malaysia, Fajar / Rian Juara Swiss Open 2022
Diketahui pada tahun 2009, Jonatan Christie pernah menjadi pemeran pendukung dalam film yang berkaitan tentang dedikasi untuk legenda bulu tangkis Liem Swie King.
Film tersebut berjudul ‘King’. Dalam film tersebut, terdapat pula nama yang terkenal di dunia bulu tangkis yakni Hariyanto Arbi, Hastomo Arb, Ivana Lie, Ellen Angeline, Rosiana Tendean, Fransisca Ratnasari, dan lain-lain.
Peraih juara Swiss Open 2022 kategori Tunggal Putra Indonesia ini berhasil mengalahkan wakil dari India Prannoy HS dengan skor 21-12 dan 21-18.
Jonathan menyudahi paceklik Indonesia yang berlangsung sejak Swiss Open Tunggal Putra 2002. Sebelumnya, Marleve Mainaky yang menjadi terbaik dalam Swiss Open.
Meskipun Prannoy sempat mengimbangi Jonatan 7-7 dan 13-13, tetapi akhirya Jonatan lah yang memenangkan turnamen tersebut. Demikian sepak terjang Jonatan Christie dalam merai kejuaraannya.
Kontributor : Annisa Fianni Sisma
Berita Terkait
-
Sabet Juara Swiss Open 2022, Ini Deretan Prestasi Jonatan Christie
-
Jonatan Christie Ungkap Kunci Kemenangan di Final Swiss Open 2022
-
Tekuk Ganda Putra Malaysia, Fajar / Rian Juara Swiss Open 2022
-
Kalahkan Wakil India, Jonatan Christie Juarai Tunggal Putra Swiss Open 2022
-
Taklukkan Wakil India Dua Gim Langsung, Jonatan Christie Kampiun Swiss Open
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati