Suara.com - Chico Aura Dwi Wardoyo mengutarakan kesiapannya jelang pertandingan babak pertama Kejuaraan Asia 2022 yang akan menjadi laga berat karena langsung berhadapan dengan unggulan teratas, Kento Momota hari Selasa (26/4/2022).
Pada pertemuan perdananya dengan pebulu tangkis tunggal putra asal Jepang, Chico mengaku sudah memiliki persiapan yang apik dan tinggal memoles aspek mental dan non teknis saja.
"Ini pertemuan pertama saya dengan Momota, semoga saya bisa mengeluarkan yang terbaik dan main tanpa beban. Persiapan sudah bagus, Saya mau menikmati permainan dan tetap berjuang saja," kata Chico lewat informasi tertulis PP PBSI di Jakarta, Senin (25/4/2022).
Meski secara statistik lapangan mencuatkan perbedaan yang mencolok, namun Chico tetap merasa percaya diri jelang pertemuannya dengan Momota.
Sebelumnya, pebulu tangkis berusia 23 tahun ini sudah lebih dulu meladeni sejumlah lawan papan atas seperti Viktor Axelsen (Denmark), Loh Kean Yew (Singapura), Lakhsya Sen (India) hingga Lee Zii Jia (Malaysia) pada tahun ini.
Chico pun tak segan memberikan perlawanan alot dan menjadi lawan yang menyulitkan bagi pebulu tangkis itu.
"Setiap lawan punya karakter permainan masing-masing. Kemarin saya memang ramai main dengan beberapa pemain termasuk Axelsen, tapi melawan Momota akan berbeda lagi pendekatan strateginya. Saya sudah menyiapkan strategi itu," Chico memaparkan.
Chico juga mengaku mendapat banyak pelajaran dari pengalamannya bertemu pemain-pemain tersebut.
"Dari mereka saya belajar untuk lebih tenang dan bagaimana mengubah strategi. Ini harus bisa saya terapkan saat melawan Momota," tambahnya seperti dimuat Antara.
Baca Juga: Porpoising Rugikan Mercedes, George Russell Tahan Rasa Sakit di Sepanjang Balapan
Kejuaraan Asia 2022 dimulai hari Selasa mulai pukul 09.00 waktu Manila, Filipina atau pukul 08.00 WIB dengan memainkan babak kualifikasi dan babak 32 besar di sektor ganda putra dan ganda campuran.
Selain Chico, dalam ajang yang kini levelnya setara BWF Super 1000 ini timnas bulu tangkis Indonesia menurunkan tiga wakil lainnya di nomor tunggal putra, yaitu Anthony Sinisuka Ginting, Jonatan Christie, dan Shesar Hiren Rhustavito.
Berita Terkait
-
Perang AS-Iran, PBSI Pastikan Tim Indonesia Tetap Berangkat ke Swiss Open 2026
-
PBSI Beberkan Revolusi Baru BWF: Transformasi Besar Bulu Tangkis Global
-
Menggiurkan! BWF Ubah Aturan Bulu Tangkis: Jadwal Makin Padat, Hadiah Tembus Rp452 M
-
Libas Malaysia 3-2, Indonesia Keluar sebagai Juara Grup D BATC 2026
-
Seleknas PBSI 2026: Intip Daftar Lengkap Calon Bintang Baru Pelatnas Cipayung
Terpopuler
- Iran Sakit Hati Kapal dan Minyak Miliknya Rp 1,17 triliun Dilelang Indonesia
- 10 Potret Rumah Baru Tasya Farasya yang Mewah, Intip Detail Interiornya
- 4 HP Xiaomi RAM 8 GB Paling Murah, Performa Handal Multitasking Lancar
- 5 Shio yang Diprediksi Beruntung dan Sukses pada 27 Maret 2026
- Panas! Keluarga Bongkar Aib Bunga Zainal, Sebut Istri Sukhdev Singh Pelit hingga Nikah tanpa Wali
Pilihan
-
Mengamuk! Timnas Indonesia Hantam Saint Kitts dan Nevis Empat Gol
-
Skandal Rudapaksa Turis China di Bali: Pelaku Ditangkap Saat Hendak Kembalikan iPhone Korban!
-
Arus Balik Susulan, 14 Ribu Kendaraan Diprediksi Lewat GT Purwomartani Sabtu Ini
-
Fokus Timnas Indonesia, John Herdman Ogah Ikut Campur Polemik Paspor Dean James
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
Terkini
-
Mario Aji Terjatuh dan Finish ke-25 di Latihan Moto2 GP Amerika Serikat
-
Veda Ega Pratama Finish ke-14 pada Sesi Latihan GP Amerika Serikat
-
Kiandra Ramadhipa Resmi akan Tampil di Moto3 Junior mulai Mei 2026
-
Berstatus Anak Baru, Doni Tata Pradita Ungkap Kelebihan Veda Ega Pratama di Moto3
-
Usai Raih Podium Ketiga, Veda Ega Pratama Kian Percaya Diri Hadapi GP AS
-
Nihil Gelar di Tur Eropa, PBSI Apresiasi Meningkatnya Daya Saing Atlet Indonesia
-
Konsistensi Jadi Tantangan Alwi Farhan di Level Elite
-
Evaluasi usai Tur Eropa, Putri KW Perlu Tingkatkan Percaya Diri dan Kematangan Permainan
-
Pelatih Ungkap 3 Kekurangan Raymond/Joaquin, Terutama Aspek Non Teknis
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati