Suara.com - Pebasket Marques Bolden menekankan pentingnya timnas basket Indonesia untuk terus menimba pengalaman bertanding melawan tim-tim hebat sebagaimana yang mereka rasakan saat tampil dalam FIBA Asia Cup 2022.
Indonesia terhenti pada babak playoff perebutan tiket perempat final Piala FIBA Asia setelah takluk 58-108 kepada China di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (19/7/2022), dan Bolden kembali mengapresiasi dukungan para penikmat basket tanah air.
"Saya mengapresiasi dukungan yang ada sepanjang turnamen ini. Tentu saja tidak mudah setelah kami terus berlatih sepanjang musim panas ini untuk memperbaiki diri dan agar bisa bersaing," kata Bolden dalam konferensi pers di Istora, Selasa seperti dimuat Antara.
Pemain naturalisasi asal Amerika Serikat itu mengaku Piala FIBA Asia 2022 telah memberi pelajaran berharga bahwa Indonesia harus terus berusaha mengembangkan para pemain muda mereka.
Dia meyakini saat ini timnas Indonesia memiliki komposisi pemain dengan usia muda yang masih bisa terus berkembang di masa mendatang.
"Saya baru berusia 24 tahun. Ada juga Yudha, Arighi, Widy, kami punya sejumlah nama muda yang bisa berada di tim ini untuk jangka panjang," kata dia.
Para pemain itu menurut Bolden bisa terus menimba ilmu dari beberapa sosok yang lebih senior dan sudah lebih panjang mendiami roster Indonesia seperti kapten Arki Dikania Wisnu, Andakara Prastawa Dhyaksa, maupun Brandon Jawato.
"Yang saya lihat dari tim-tim lain di turnamen ini, mereka terus bermain menghadapi lawan-lawan level tinggi nyaris setiap hari, jadi kita harus mencari cara agar pemain Indonesia bisa memiliki kesempatan yang sama," kata Bolden.
Prastawa yang turut menghadiri konferensi pers tersebut menyatakan sepakat dengan pendapat Bolden.
Baca Juga: Media Vietnam Ejek Timnas Basket Indonesia yang Cuma Jadi Penonton di Piala Dunia FIBA 2023
Pebasket yang bulan depan akan genap berusia 30 tahun itu juga mengaku mendapatkan pengalaman berharga dari menghadapi tim-tim level atas.
"Yang soal higher level competition itu juga gua ngerasain kita perlu banget. Karena kayak kemarin kita training camp di Australia, itu bagus banget buat kita improve, bisa dapetin ilmu dan sambil latihan juga," kata dia merujuk pemusatan latihan dan latih tanding di Australia yang dilakukan timnas Indonesia pada Juni lalu.
Prastawa berharap program menambah pengalaman bertanding level tinggi itu tidak hanya berhenti setelah kiprah Indonesia dalam Piala FIBA Asia 2022 berakhir.
Kekalahan melawan China memiliki konsekuensi lain bagi Indonesia, yakni gagal mendapatkan tiket tampil dalam Piala Dunia FIBA 2023.
Meski berstatus tuan rumah bersama Filipina dan Jepang, Indonesia dibebani FIBA menembus delapan besar Piala FIBA Asia agar bisa memperoleh tiket putaran final Piala Dunia.
Berita Terkait
-
FIBA Tetapkan Dame Diagne sebagai Pemain Lokal di IBL, Boleh Perkuat Timnas Basket Indonesia
-
Makna Natal Abraham Damar: Refleksi Perjuangan Berdarah-darah Demi Perunggu SEA Games 2025
-
Hancurkan Vietnam, Timnas Basket Indonesia Dipastikan Lolos ke Semifinal SEA Games 2025
-
Pertandingan Sengit, Timnas Basket Indonesia Kalah Tipis dari Thailand di SEA Games 2025
-
Kapten Timnas Basket Indonesia Sudah Tak Sabar Bertanding di SEA Games 2025
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
Terkini
-
Campus League 2026 Jakarta: Binus dan UPH Sapu Bersih Tiket Final Putra-Putri
-
Aidan Heslop dan Jonathan Paredes Tampil Spektakuler di Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026
-
Alwi Farhan Singkirkan Unggulan Pertama, Lolos ke Perempat Final Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Sebut Cedera Saraf Lebih Mengerikan dari Patah Tulang
-
Marco Bezzecchi: Mimpi Bagi Semua Pembalap Bisa Menang di Muggello
-
Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di MotoGP Italia 2026
-
Marc Marquez Fokus Cari Kenyamanan saat Comeback di MotoGP Italia 2026
-
Hasil Singapore Open 2026: Kalahkan Wakil Denmark, Fajar/Fikri Lolos ke Perempatfinal
-
Hilang Fokus, Sabar/Reza Tersingkir di Babak 16 Besar Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Siap Comeback di MotoGP Italia 2026