Suara.com - Pebalap Ferrari, Charles Leclerc merasa frustasi dengan kenyataan bahwa dirinya kembali gagak meraih podium karena kesalahan strategi yang dilakukan timnya pada seri balapan F1 GP Hungaria 2022, Minggu (31/7/2022).
Kesalahan strategi Ferrari dengan memberikan Charles Leclerc dan rekannya, Carlos Sainz ban berjenis hard saat pitstop, membuat mereka seakan-akan telah menyerahkan gelar juar dunia ke Red Bull Racing secara cuma-cuma.
Pebalap Red Bull Max Verstappen meraih kemenangan kedelapan dalam 13 balapan musim ini untuk melesat unggul 80 poin dari Leclerc sebagai pemuncak klasemen, meski start dari P10 dan mengalami spin 360 derajat ketika balapan.
Ferrari mendapati Carlos Sainz start baris terdepan dan Leclerc dari P3, keduanya mengawali balapan dengan ban medium, tapi mereka gagal naik podium.
"Semuanya bisa dikendalikan dan untuk suatu alasan, saya tidak tahu apa yang kami lakukan dengan (memasang) ban hard," kata Leclerc soal pitstop kedua untuk ban berpita putih, kompon ban yang dijauhi Red Bull dan dua pebalap Mercedes yang finis podium hari itu.
Sudah ada peringatan bahwa opsi ban hard tidak bekerja setelah para pebalap Alpine kewalahan menggunakannya.
Leclerc kemudian harus pit lagi untuk ganti ban soft. Strategi tiga pitstop itu membuat posisi Leclerc melorot, dari berpeluang menang, ke P6.
"Saya mengatakan lewat radio bahwa saya sangat nyaman dengan medium dan saya ingin melaju selama mungkin dengan ban itu karena terasa baik. Saya tidak tahu kenapa kami mengambil keputusan yang berbeda," kata sang pebalap Monako.
"Saya memiliki kecepatan, saya sangat senang. Satu-satunya hal adalah jelas setiap orang akan ingat bagian terakhir balapan ini di mana bencana menimpa saya, khususnya ban hard. Itulah di mana saya pada dasarnya kalah dalam balapan ini.
Baca Juga: Formula 1: Carlos Sainz Tercepat di Sesi Latihan Bebas Pertama GP Hungaria
"Saya kehilangan 20 detik di pit, mungkin enam detik lagi di lima lap menggunakan hard karena saya tak bisa melaju dengan baik menggunakan ban itu."
Bos Ferrari Mattia Binotto, dikutip Reuters, mengatakan opsi ban hard tidak bekerja sesuai yang diperkirakan "karena mobil tidak bekerja seperti yang diharapkan."
Bos tim Red Bull Christian Horner ditanya apakah kesalahan Ferrari itu membuka jalan yang mudah bagi timnya.
"Saya hanya bisa fokus kepada penampilan kami," kata Horner menjawab secara diplomatis, mengetahui pertanyaan itu disiarkan langsung.
"Kami melakukan tugas dengan sangat baik hari ini. Kami mengganti strategi kami di grid,"
Kedua pebalap Red Bull tak jadi start menggunakan ban hard dan mengawali balapan dengan soft kemudian medium.
"Segera setelah kami melihat Charles menggunakan ban hard, kami mengira OK kami punya kesempatan sekarang," tambah dia.
Verstappen juga ditanya apakah dia merasa terbantu dengan kesalahan lawannya itu, demikian Antara.
Berita Terkait
-
Top 5 Sport: Indonesia Raih Emas Pertama ASEAN Para Games 2022 dari Para Bulutangkis
-
Hasil F1 GP Hungaria: Max Verstappen Juara, Duo Mercedes Kembali Naik Podium
-
Top 5 Sport: Gibran Harap ASEAN Para Games 2022 Cetak Banyak Juara Baru
-
Hasil Kualifikasi F1 GP Hungaria 2022: George Russell Rebut Pole Position
-
Max Verstappen Pesimis dengan Peluang Red Bull Juara di GP Hungaria
Terpopuler
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- Jalan Lingkar Sumbing Wonosobo Resmi Beroperasi, Dongkrak Ekonomi Tani dan Wisata Pegunungan
- 5 Rekomendasi HP Layar Besar untuk Orang Tua Mulai Rp1 Jutaan
- 10 Rekomendasi Cream Memutihkan Wajah dalam 7 Hari BPOM
Pilihan
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
Terkini
-
Sirkuit Mandalika Dipastikan Masuk Kalender Event GT World Challenge Asia 2026
-
Kemala Run 2026: Ajang Lari Bertajuk Charity for Indonesia, Solidaritas dan Kepemimpinan Perempuan
-
Nasib Berbeda Dua Srikandi Tenis Indonesia di WTA 1000 Dubai: Janice Melaju, Aldila Terhenti
-
Brutal! Vartan Arutyunyan Rebut Gelar Juara Dunia Interim WBA usai Pukul TKO Yunovidov
-
Tak Hanya Seru, Ajang Lari Ini Beri Proteksi Ekstra untuk Peserta
-
Anthony Edwards Sabet MVP NBA All-Star 2026, Bawa USA Stars Juara
-
Jadwal Pekan ke-7 IBL 2026: Satria Muda Sambangi Dewa United, Pelita Jaya Jamu Hornbills
-
Dominasi Ngeri Pelita Jaya hingga Pekan ke-6 IBL 2026: Unbeaten, Kuasai Klasemen
-
Kemitraan Lanjut di 2026, Mental Juara Sean Gelael Meningkat
-
Jakarta Electric PLN Mobile Tumbangkan Medan Falcons di Putaran Kedua Proliga 2026