Suara.com - Petenis Amerika Serikat Taylor Fritz masuk ke jajaran peringkat 10 besar versi ATP berbekal kemenangan dari Japan Open 2022, yang menjadi gelar juara ketiga pada tahun ini.
Fritz yang bertengger di peringkat 11 diperhitungkan naik tiga peringkat menjadi ke-8 dengan poin kemenangan yang diraih di Tokyo pada Senin, setelah mengalahkan rekan senegara Frances Tiafoe 7-6(3), 7-6(2).
"Saya ke sini dengan keyakinan bisa menang satu atau dua babak dan kemudian melihat bagaimana selanjutnya. Tapi sejujurnya saya percaya diri bahwa saya akan memenangkan pertandingan melawan mereka," kata Fritz seperti disiarkan ATP Tour di laman resminya, Minggu.
Kemenangan Fritz di Tokyo mencatatkan rekor karena ia menjadi petenis Amerika Serikat pertama sejak 1996 yang memenangkan ATP 500 setelah Pete Sampras, dan menjadi juara individu ke-10 dari negara tersebut yang memenangi level serupa.
Selain itu, "All American Final" pada hari Minggu juga mengulang pertandingan antara Sampras dan Richey Reneberg pada 1996.
Setelah merebut gelar dalam penampilan keempatnya di Tokyo, Fritz bergabung dengan empat petenis besar lainnya yang menjadi juara kehormatan di Tokyo, mereka yaitu Roger Federer (2006), Rafael Nadal (2010), Andy Murray (2011) dan Novak Djokovic (2019).
Gelar yang didulang unggulan ketiga itu datang lewat penguasaan ritme pertandingan. Dengan dominasi serangan, Fritz menciptakan delapan peluang break dibandingkan dengan tiga untuk Tiafoe.
"Saya merasa sangat tenang dan memiliki banyak kejelasan dalam membuat keputusan di lapangan. Untuk memainkan pertandingan besar seperti di final, itu sangat bagus untuk tidak gugup dan merasa sangat tenang," ujar petenis yang sudah mengantongi gelar di Indian Wells dan Eastbourne tahun ini.
Persaingan Fritz dan Tiafoe di final menjadi pencapaian tertinggi keduanya di peringkat ATP. Fritz akan menjadi petenis Amerika Serikat pertama yang menembus "Top 10" sejak Jack Sock pada 2017, sementara Tiafoe akan naik dua tingkat ke posisi 17.
Baca Juga: Juarai Astana Open 2022, Novak Djokovic Catatkan Gelar ke-90
Dengan kemenangan tersebut Fritz turut menambah skor catatan pertemuan kontra Tiafoe menjadi 5-1.
"Dia memainkan poin-poin besar dengan baik, bermain sangat agresif dan tidak meleset dalam posisi penting. Saya tidak seagresif dia dalam beberapa pertandingan terakhir. Itu adalah pertandingan yang ketat namun saya tidak bermain cukup baik," ungkap Tiafoe soal pertandingan final di Tokyo. (ANTARA)
Berita Terkait
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Janice Tjen Terhenti di Babak 16 Besar Maroko Open 2026
-
Dino Prizmic Singkirkan Idolanya, Novak Djokovic Gagal Melaju di Roma 2026
-
Lapangan Tenis Tanah Liat Hijau Ternyata Bisa Jadi Solusi Serap Karbon, Bagaimana Caranya?
-
Janice Tjen Berpotensi Hadapi Petenis Putri No.1 Dunia di Indian Wells
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Jadwal Malaysia Masters 2026: Indonesia Tersisa Jojo dan Ubed
-
Bangga Produk Lokal, KOI Sebut Apparel Mills Bikin Kontingen Negara Lain Iri
-
Anthony Ginting Evaluasi Pola Permainan Usai Tersingkir di Malaysia Masters 2026
-
Ubed Tantang Christo Popov di Perempat Final Malaysia Masters 2026, Bertekad Balas Dendam
-
Perebutkan Poin UCI, Tour de Bintan 2026 Jadi Pemanasan Atlet Nasional ke Asian Games Nagoya
-
Bukan Sekadar Permainan Pos Ronda, Domino Kini Resmi Jadi Anggota KONI Pusat
-
Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di EASL 2026, Siap Hadapi Dominasi Tim Basket Korsel hingga Jepang!
-
Pelita Jaya Perkuat Chemistry di Jeda Kompetisi, Siap Bungkam RANS Simba di Playoff IBL 2026