Suara.com - Indonesia menambah dua medali perak Asian Games 2022 dari cabang olahraga (cabor) panjat tebing. Dua medali perak itu diraih di nomor speed relay beregu putra dan speed relay beregu putri, Rabu (4/10/2023) malam WIB.
Medali emas nomor speed relay putra Asian Games Hangzhou lepas dari tim panjat tebing Indonesia yang harus puas dengan perak akibat diskualifikasi karena false start saat melawan China pada final, Rabu (4/10/2023).
Tim speed relay putra Indonesia diperkuat oleh Kiromal Katibin, Rahmad Adi Mulyono, dan Veddriq Leonardo tampil sebagai penantang utama setelah mencatatkan waktu tercepat 16,632 detik di atas China pada babak kualifikasi yang berlangsung di Shaoxing Keqiao Yangshan Sport Climbing Centre.
Pada perempat final, Indonesia mengalahkan trio Hong Kong yaitu Wong Cheuk Nam, Au Chi Fung, dan Chan Cheung Chi Shoji dengan catatan 17,979 detik meski Rahmad, yang menjadi pemanjat terakhir sempat terpeleset sebelum menyentuh finis dengan keunggulan satu setengah detik dari lawannya.
Setelah itu Indonesia bertemu tim Korea Selatan Lee Yongsu, Lee Seungbeom, dan Jung Yongjunyang yang mengalahkan Kazahkstan pada babak sebelumnya pada babak perebutan tiket final.
Sementara itu, Thailand memiliki peluang mengalahkan China saat Zhang Liang terpeleset pada perempat final, namun tim tuan rumah mampu mempertahankan keunggulannya dan menyentuh finis dengan catatan 19,144 detik mengalahkan 20,923 detik dari tim Negeri Gajah Putih.
Kemudian, trio Iran, Milad Alipour Shenazandi fard, Mehdi Alipour Shenazandi fard, Reza Alipour Shenazandi fard, yang menjadi salah satu penantang terberat selain China harus didiskualifikasi karena melakukan false start saat melawan Singapura.
Saat semifinal melawan Korsel, Veddriq kembali menjadi pemanjat pertama dan mendapati perlawanan sangat ketat dari tim lawan sebelum Rahmat menyentuh finis dengan keunggulan tipis yaitu 16,289 detik dibanding 16,650 detik.
Tak lama berselang, China menang mudah atas Singapura dengan catatan 16,152 detik, yang menjadi bekal mereka mengancam Indonesia di final perebutan medali emas.
Veddriq mengaku harus melakukan evaluasi diri setelah melepas peluang merebut medali emas nomor perorangan dan tak ingin terpeleset lagi ketika berjuang bersama teman-temannya pada nomor estafet.
Atlet berusia 26 tahun asal Pontianak itu pada malam ini memanjat nyaris tanpa membuat kesalahan di final, namun Kiromal yang tampil sebagai pemanjat kedua melakukan false start dan emas pun harus lepas ke tangan China.
Medali perunggu nomor speed relay putra direbut oleh Korsel setelah mengalahkan Singapura dengan catatan 17,827 detik.
Sementara medali perak juga diraih dari nomor speed putri Asian Games 2022 Hangzhou setelah Indonesia dikalahkan oleh China pada laga final di Shaoxing.
Nurul Iqamah, Rajiah Sallsabillah, dan Desak Made Rita Kusuma Dewi memesan tiket ke perebutan medali emas setelah mengalahkan Korea Selatan dengan catatan 21,869 detik untuk akhirnya bertemu wakil tuan rumah.
Pada partai semifinal, Trio China yang terdiri dari Zhang Shaoqin, Niu Di, dan Deng Lijuan tak perlu tergesa-gesa memanjat ketika tim Kazahkstan kesulitan menemukan pijakan dan tak memiliki kecepatan. Tim tuan rumah pun menang dengan catatan 23,318 detik, nyaris 10 detik lebih cepat dari lawan mereka.
Pada laga final, Desak dan Billa memimpin setelah panjatan kedua, namun Nurul terpeleset saat menuju finis dan mendapati atlet tuan rumah menyelesaikan lomba terlebih dahulu dengan catatan 20,925 detik, unggul tiga setengah detik dari 23,506 yang dibuat tim Merah Putih.
Medali perunggu speed relay putri jatuh ke tangan Korea Selatan, yang mengalahkan Kazahkstan dengan catatan 26,901 detik. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Pelita Jaya vs RANS Simba di Playoff IBL 2026: Laga Emosional untuk Reggie Mononimbar
-
Comeback Dramatis! Aldila Sutjiadi dan Vera Zvonareva Segel Tiket Final Maroko Open 2026
-
Jadwal Malaysia Masters 2026: Indonesia Tersisa Jojo dan Ubed
-
Bangga Produk Lokal, KOI Sebut Apparel Mills Bikin Kontingen Negara Lain Iri
-
Anthony Ginting Evaluasi Pola Permainan Usai Tersingkir di Malaysia Masters 2026
-
Ubed Tantang Christo Popov di Perempat Final Malaysia Masters 2026, Bertekad Balas Dendam
-
Perebutkan Poin UCI, Tour de Bintan 2026 Jadi Pemanasan Atlet Nasional ke Asian Games Nagoya
-
Bukan Sekadar Permainan Pos Ronda, Domino Kini Resmi Jadi Anggota KONI Pusat
-
Pelita Jaya Buka Peluang Tampil di EASL 2026, Siap Hadapi Dominasi Tim Basket Korsel hingga Jepang!
-
Pelita Jaya Perkuat Chemistry di Jeda Kompetisi, Siap Bungkam RANS Simba di Playoff IBL 2026