Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putri andalan Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, tetap merasa senang meski harus menelan kekalahan di babak pertama Japan Open 2025, Selasa (15/7/2025).
Baginya, bisa kembali menginjakkan kaki di arena kompetisi adalah sebuah kemenangan tersendiri setelah berjuang melawan vertigo yang memaksanya vakum selama beberapa bulan.
Pertandingan di Tokyo Metropolitan Gymnasium, Selasa, menjadi momen comeback yang sangat dinantikan Gregoria.
Meskipun hasil akhir belum berpihak padanya setelah takluk dari wakil tuan rumah, Riko Gunji, dengan skor 10-21, 12-21, Gregoria memilih untuk fokus pada sisi positif dari kembalinya ia ke lapangan.
Perasaan senang bisa kembali bertanding ini menjadi hal utama yang ia rasakan.
Perjuangan melawan vertigo sejak akhir Maret 2025 bukanlah hal yang mudah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya harus absen dari sejumlah turnamen besar dan penting.
"Pastinya saya senang bisa kembali ke turnamen, tapi secara hasil memang belum sesuai harapan. Permainan saya sama sekali belum baik, sementara lawan bermain sangat berani dan bisa mengontrol pertandingan," kata Gregoria melalui keterangan tertulis PP PBSI setelah laga.
Kekalahan ini sejatinya bisa dimaklumi, mengingat perjuangan berat yang harus ia lalui.
Vertigo yang dialami Gregoria cukup serius hingga dokter menyarankannya untuk istirahat total.
Baca Juga: Indonesia Masters 2025: Gregoria dan Putri KW Melaju ke Babak Kedua
Akibatnya, ia terpaksa melewatkan ajang beregu bergengsi Piala Sudirman 2025.
“Gregoria Mariska Tunjung batal berangkat ke Piala Sudirman 2025 setelah dinyatakan oleh dokter terkena vertigo. Gregoria harus istirahat total beberapa hari untuk memulihkan kondisinya,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, kala itu.
Tak hanya Piala Sudirman, ia juga absen di Thailand Open, Malaysia Masters, Singapore Open, hingga turnamen kandang yang paling dinanti, Indonesia Open 2025. Kehilangan kesempatan tampil di Istora tentu menjadi pukulan berat.
Gregoria sempat menceritakan betapa mengganggunya vertigo tersebut. Gejalanya kambuh saat ia menjalani latihan intens, terutama saat melakukan gerakan cepat yang membuatnya pusing berat.
“Minta doanya. Karena beberapa bulan lalu kalau tak vertigo itu aku baik-baik saja. Istirahat adalah jalan terbaik saat ini. Berharap vertigo hilang, bisa main lagi, mengusahakan yang terbaik di turnamen-turnamen ke depan,” ujar pebulu tangkis kelahiran Wonogiri tersebut beberapa waktu lalu.
Proses pemulihannya pun tidak main-main. Ia menjalani berbagai terapi seperti akupuntur, fisioterapi, hingga didampingi seorang pendamping khusus untuk membantunya dalam latihan keseimbangan dan motorik ringan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
Fokus Adaptasi, Tim Indonesia Mulai Jajal Lapangan Forum Horsens Malam Ini
-
Popsivo Polwan Bungkam Electric PLN 3-0, Selangkah Lagi Rebut Posisi Ketiga Proliga 2026
-
Legenda Kempo Indra Kartasasmita Tutup Usia, KONI Sampaikan Duka Mendalam
-
Hasil Undian Grup Piala Dunia Bola Basket Putri 2026, 16 Tim Siap Bertarung
-
Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?
-
Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama
-
Kartini Masa Kini di Lapangan Basket, Nirmala Dewi Ajak Perempuan Terus Berprestasi
-
Refleksi Hari Kartini: Susy Susanti dan Greysia Polii Bicara Keberanian untuk Bermimpi
-
Berburu Petinju Masa Depan Indonesia, NEX Road to Champion Beri Proteksi Maksimal Bagi Fighter Muda
-
Ukir Sejarah Baru, Carlos Alcaraz Raih Penghargaan Laureus World Sportsman 2026