Sport / Raket
Selasa, 11 November 2025 | 14:40 WIB
Kabid Binpres PBSI, Eng Hian. ANTARA/HO-PP PBSI/am.
Baca 10 detik
  • PBSI memprioritaskan pengumpulan poin BWF dan konsistensi atlet di Kumamoto Masters 2025.
  • Australia Open 2025 dibidik sebagai peluang merebut gelar, terutama dari sektor tunggal putra dan ganda putra.
  • Kendala visa membuat sejumlah pemain tidak bisa tampil di Kumamoto Masters.

“Awalnya kita harus mendapatkan Certificate of Eligibility (COE) dari pemerintah Jepang yang akan memakan waktu 2-3 minggu,” jelas Rudy.

"Setelah mendapat approval COE barulah kita bisa mengajukan visa entertainer yang setidaknya membutuhkan waktu 2 minggu lagi untuk visa entertainer tersebut selesai diproses."

"Oleh karena itu, para pemain kita yang berlaga di Hylo Open tidak bisa berlaga di Kumamoto Masters karena terbentur proses ini."

Dengan kepastian skuad yang terbagi dan target yang spesifik di masing-masing turnamen, PBSI berharap dua pekan penuh persaingan di Jepang dan Australia ini menjadi titik loncatan menuju penutup musim yang lebih menjanjikan.

Load More