- Fany Febriana Wulandari, prajurit TNI AD, meraih medali emas menembak nomor *women's trap individual* SEA Games Thailand 2025.
- Atlet 26 tahun ini mengalahkan wakil tuan rumah Thailand dengan total perolehan skor 38 poin dalam kompetisi dua hari.
- Kemenangan ini menjadi penebusan kegagalan SEA Games Vietnam sebelumnya dan menjadi target menuju seleksi Olimpiade.
Suara.com - Lagu Indonesia Raya kembali berkumandang di arena SEA Games Thailand 2025 berkat ketangguhan srikandi menembak Tanah Air.
Fany Febriana Wulandari sukses mempersembahkan medali emas bagi Tim Indonesia dari cabang olahraga menembak disiplin shotgun, nomor women’s trap individual.
Prestasi ini terasa semakin spesial karena Fany merupakan seorang prajurit TNI Angkatan Darat yang berdinas di Puspomad (Pusat Polisi Militer Angkatan Darat).
Atlet berusia 26 tahun asal Ketapang, Kalimantan Barat ini tampil impresif dan konsisten dalam pertandingan yang berlangsung selama dua hari penuh.
Nomor shotgun women’s trap benar-benar menjadi ujian berat bagi ketahanan fisik dan mental para atlet, terutama saat memasuki hari kedua kompetisi.
Fany sempat mengalami kendala teknis pada ronde terakhir, namun ketenangannya sebagai seorang prajurit membuatnya mampu mengatasi tekanan tersebut.
Fokus tingkat tinggi yang ia tunjukkan akhirnya berbuah manis dengan memastikan tiket ke final dan mengunci posisi teratas lewat torehan 38 poin.
Fany berhasil mengasapi wakil tuan rumah, Chattaya Kitcharcen, yang harus puas dengan medali perak setelah hanya mengumpulkan 31 poin.
Sementara itu, medali perunggu diamankan oleh atlet asal Singapura, Mastura Binte Rahim Siti, dengan skor 23 poin.
Baca Juga: Rahmat Erwin Abdullah Raih Medali Emas Angkat Besi SEA Games 2025
“Untuk mainnya hari ini, kebetulan kami itu main dua hari. Ada sedikit kendala sebenarnya di round terakhir, tapi puji Tuhan semuanya teratasi dan akhirnya kami bisa masuk ke final. Puji Tuhan juga, rezekinya ada di Indonesia dan Indonesia dapat gold medal,” ungkap Fany usai laga.
Kemenangan ini tidak hanya ia persembahkan untuk bangsa, tetapi juga untuk kesatuan TNI AD dan keluarga yang menjadi pendukung utamanya.
“Pastinya untuk Tuhan Yang Maha Esa, Tuhan Yesus Kristus, dan juga untuk bangsa Indonesia. Terlebih lagi kesatuan saya, karena saya TNI Angkatan Darat dan Puspomad. Juga untuk orang tua dan suami, karena support dari suami itu nomor satu,” ujar Fany dengan bangga.
Medali emas di Thailand ini sekaligus menjadi ajang penebusan dosa yang manis bagi Fany setelah kegagalan di edisi sebelumnya.
Pada SEA Games Vietnam lalu, ia harus menelan pil pahit karena hanya mampu finis di peringkat keempat dan pulang tanpa medali.
Pengalaman pahit tersebut justru menjadi bensin yang membakar semangatnya untuk berlatih lebih keras hingga mencapai podium tertinggi hari ini.
Berita Terkait
-
Dominasi Semu di SEA Games 2025, Media Vietnam Bongkar 2 Kelemahan Fatal Timnas Indonesia U-22
-
Cabor Menembak Tambah Pundi Medali Emas SEA Games 2025, Fany Febriana Koleksi Skor Tertinggi
-
Hasil Voli Putra SEA Games 2025, Indonesia ke Semifinal
-
Sukses di SEA Games 2025, Akuatik Indonesia Bidik Pecah Telur Medali Asian Games Sejak 1990
-
Sempat Viral, Ini Alasan Pelatih Skateboard Malaysia Ikut Rayakan Medali Emas Basral Graito
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
NOC Indonesia Umumkan CdM Indonesia untuk Asian Games 2026
-
Kiandra Ramadhipa Ukir Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di Moto3 Junior World Championship 2026
-
Akhiri Dominasi ONIC, BTR Berhasil Juarai MPL Indonesia Season 17
-
Alwi Farhan Merasa Lega Berhasil Juara Australian Open 2026
-
Akui Keunggulan Ganda China, Sabar/Reza Harus Puas Finis Runner-up Australian Open 2026
-
Perkuat Jejaring Pengusaha Muda, HIPMI Kota Bekasi Gelar Padelora Fest 2026
-
Polytron Indonesia Open 2026: Kembalinya Demam Bulu Tangkis dan Inovasi yang Tak Pernah Habis
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
AQUA dan DBL Bersatu, Dukung Generasi Muda Tetap Prima di Lapangan