-
Indonesia meraih peringkat dua SEA Games 2025 dengan total 91 medali emas.
-
Fritz Simanjuntak menekankan pentingnya pembangunan pusat latihan nasional yang modern dan canggih.
-
Kompetisi internasional rutin diperlukan untuk mengasah kemampuan atlet dan mengoptimalkan fasilitas olahraga.
Pemerintah didorong untuk segera merealisasikan pembangunan pusat latihan nasional yang memiliki standar internasional.
Fasilitas yang modern dan terintegrasi dianggap sebagai kunci utama keberlanjutan prestasi para atlet kita.
Rencana besar ini sebenarnya sudah menjadi agenda yang cukup lama dinantikan oleh publik olahraga.
Dukungan penuh dari pimpinan negara diharapkan mampu mempercepat ketersediaan sarana latihan terpusat bagi atlet.
"Presiden Prabowo juga sudah mencanangkan. Semoga lekas terwujud karena penting agar atlet kita bisa memiliki dukungan fasilitas yang terpusat dan modern," ujar Fritz.
Saran berikutnya adalah memperbanyak penyelenggaraan turnamen skala internasional yang dilakukan di dalam negeri.
Jam terbang bagi atlet muda sangat bergantung pada seberapa sering mereka mengikuti kompetisi kompetitif.
Melalui turnamen rutin, kualitas pembinaan prestasi dapat diukur dengan lebih akurat dan transparan secara berkala.
Fritz menekankan bahwa mengandalkan ajang multicabang dua tahunan saja tidak cukup untuk mengasah kemampuan.
Baca Juga: Update Medali Tim Indonesia di SEA Games 2025: Masih Kokoh di Posisi 2
"Saya berharap Menpora bisa mendorong para pengurus olahraga, PB-PB itu, supaya rutin membuat kompetisi internasional. Karena kalau kita menunggu SEA Games saja, Asian Games saja, jelas tidak cukup," katanya.
Kegiatan kompetisi yang berkelanjutan juga menjadi solusi agar gedung olahraga tidak terbengkalai begitu saja.
Banyak fasilitas eks-PON yang saat ini kondisinya kurang terawat karena minimnya jadwal kegiatan pertandingan.
Dengan adanya agenda rutin, aset negara tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk pembibitan talenta.
Infrastruktur yang terjaga akan mendukung lahirnya generasi atlet baru yang siap bersaing di kancah dunia.
Kombinasi antara fasilitas mumpuni dan kompetisi ketat adalah formula mutlak bagi kemajuan olahraga Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
Pukau Publik, Pembalap Pertamina Enduro Dilirik Tim Pabrikan MotoGP
-
Erick Thohir Dorong Revolusi SEA Games: Stop Cabor Aneh-aneh, Fokus Olimpiade!
-
Hasil IHTTC 2026: Pembalap Sleman Melaju Kencang, Sayang Kena Sanksi di Sepang
-
China Rengkuh Gelar Ke-12, Kisah Ajaib Prancis di Piala Thomas 2026 Berakhir
-
Korea Selatan Juara Piala Uber 2026, Tumbangkan China 3-1 di Final
-
Kimi Antonelli Juara F1 GP Miami 2026, Hat-trick Kemenangan Beruntun
-
Regenerasi Atlet Panahan! 562 Anak Unjuk Gigi di MilkLife Archery Challenge Kudus
-
Hasil Piala Uber 2026: Sikat Denmark 3-1, Srikandi Indonesia Lolos ke Semifinal
-
Terungkap Alasan Megawati Hangestri Pertiwi Mundur dari Timnas Voli Putri Indonesia
-
PBSI Jangkau Akar Rumput: Gelar Festival SenengMinton 2026, Purwokerto Kota Pertama