Sport / Raket
Sabtu, 24 Januari 2026 | 17:44 WIB
Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu (instagram.com/badminton.ina)
Baca 10 detik
  • Ganda campuran Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta terhenti di semifinal Indonesia Masters 2026 Jakarta, Sabtu (24/1).
  • Pasangan tuan rumah takluk dari Denmark Christiansen/Boje dalam tiga gim menegangkan dengan skor 22-20, 19-21, 17-21.
  • Perubahan arah angin lapangan menjadi faktor utama kekalahan setelah Jafar/Felisha unggul pada gim penentu.

Suara.com - Langkah ganda campuran tuan rumah Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu harus terhenti di babak semifinal BWF World Tour Super 500 Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Faktor perubahan kondisi lapangan, khususnya arah angin, menjadi salah satu penyebab kegagalan mereka melaju ke partai final.

Bermain di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (24/1) Jafar/Felisha takluk dari pasangan Denmark Mathias Christiansen/Alexandra Boje melalui pertarungan ketat tiga gim dengan skor 22-20, 19-21, 17-21 dalam laga berdurasi 1 jam 9 menit.

Kekalahan ini terasa pahit bagi Jafar/Felisha karena mereka sempat menguasai jalannya pertandingan, terutama pada gim penentuan, sebelum situasi lapangan berubah dan perlahan mengganggu ritme permainan.

“Kesempatannya sebenarnya ada, tapi kami gagal memanfaatkannya. Kami banyak tertekan dan tidak nyaman, terutama setelah kondisi lapangan berubah,” ujar Felisha usai pertandingan.

Pada gim pertama, Jafar/Felisha tampil agresif dan mampu menjaga ketenangan di poin-poin krusial. Meski mendapat tekanan dari Christiansen/Boje, pasangan Indonesia berhasil mengamankan gim pembuka dengan skor tipis 22-20.

Memasuki gim kedua, pasangan Denmark bermain lebih rapat dan konsisten. Tekanan tersebut memaksa Jafar/Felisha melakukan sejumlah kesalahan sendiri. Walau sempat menyamakan kedudukan menjadi 17-17, mereka akhirnya harus menyerah 19-21.

Peluang besar sebenarnya terbuka pada gim ketiga. Jafar/Felisha unggul jauh 11-4 saat interval. Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Felisha mengungkapkan bahwa perbedaan arah angin setelah pergantian lapangan sangat memengaruhi kendali permainan mereka.

Baca Juga: Langkah Fadia/Tiwi Terhenti di Perempat Final Indonesia Masters 2026

“Setelah ganti lapangan, kontrol jadi sulit. Mereka menang angin dan mempercepat tempo, sementara kami kesulitan untuk menyerang,” kata Felisha.

Momentum pun berbalik. Christiansen/Boje perlahan memangkas ketertinggalan, tampil lebih tenang, dan akhirnya menutup gim penentuan dengan skor 21-17.

Jafar menilai secara keseluruhan permainan mereka tidak buruk, namun tekanan dari lawan membuat eksekusi menjadi tidak maksimal.

“Secara permainan cukup bagus, tapi tekanannya membuat kami ragu untuk membuka bola,” ujar Jafar.

Hasil semifinal ini diakui belum sesuai dengan target pribadi Jafar/Felisha. Meski demikian, kegagalan tersebut dijadikan bahan evaluasi penting untuk menghadapi turnamen berikutnya.

“Evaluasinya bagaimana keluar dari tekanan di kondisi lapangan yang tidak menguntungkan, termasuk soal power saat kalah angin,” tutur Felisha. [Antara]

Load More