- Kontingen para bulu tangkis Indonesia telah mencapai target lima medali emas ASEAN Para Games 2025 pada Sabtu (24/1/2026).
- Dua dari lima emas diraih melalui laga All Indonesian Final di Nakhon Ratchasima, mencakup berbagai nomor pertandingan.
- Target juara umum kini terbuka lebar, dengan peluang Indonesia mencapai 70 persen berdasarkan sisa nomor yang dipertandingkan.
Suara.com - Kontingen Indonesia membidik status juara umum untuk cabang olahraga (cabor) para bulu tangkis di ASEAN Para Games 2025 setelah berhasil mengamankan lima medali emas pada hari Sabtu (24/1/2026).
Dua medali emas dan dua perak di antaranya berhasil didapatkan melalui pertempuran bertajuk All Indonesian Final yang berlangsung di SPADT Convention Center 80th Birthday Anniversary Stadium, Nakhon Ratchasima, Sabtu (24/1/2026).
Emas yang pertama diraih pasangan Hikmat Ramdani/Leani Ratri Oktila yang menumbangkan Fredy Setiawan/Khalimatus Sadiyah pada nomor ganda campuran SL3-SU5 dalam dua set langsung, 21-7 dan 21-4.
Sementara itu pada laga final nomor ganda putri SL4, Leani Ratri Oktila mampu menundukkan perlawanan Khalimatus Sadiyah dalam dua set, 21-15 dan 21-19. Kedua sosok ini kemudian bersama-sama mengamankan emas dari nomor ganda putri SL3-SU5 setelah menduduki puncak klasemen dalam sistem pertandingan round robin.
Selanjutnya, emas kembali datang dari Qonitah Ikhtiar Syakuroh dari nomor tunggal putri SL3 yang menumbangkan wakil Malaysia, Lawani Siti Maisarah binti Mat dengan dua set langsung, 21-10 dan 21-6. Adapun satu emas lainnya dipersembahkan oleh Warining Rahayu dari nomor tunggal putri SU5 yang menjadi pemuncak klasemen.
Dengan pencapaian ini, target lima medali emas yang ditetapkan untuk tim para bulu tangkis Indonesia di ASEAN Para Games 2025 sudah resmi tercapai. Pelatih para bulu tangkis Indonesia, Jarot Hernowo, pun mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang luar biasa di Nakhon Ratchashima.
“Alhamdulillah, kami sudah berhasil memenuhi target di ASEAN Para Games 2025 ini. Artinya, untuk hari ini dan besok, babak semifinal dan final dari nomor-nomor yang kami ikuti masuk semua,” kata Jarot Hernowo, Sabtu (24/1/2026).
Bagi Jarot, terciptanya laga All Indonesian Final di ajang ini memang sudah tak lagi mengejutkan. Sebab, para atlet Indonesia kerap saling jumpa di berbagai ajang, baik itu single-event maupun multi-event. Sejauh ini, masih ada dua laga All Indonesian Final lagi yang akan mewarnai ASEAN Para Games 2025.
Duel yang pertama ialah pertemuan antara Hikmat Ramdani dan Fredy Setiawan pada nomor tunggal putra SL4. Selain itu, dari final nomor tunggal putra WH2, Wiwin Andri bakal berhadapan dengan Supriadi. Artinya, sudah ada dua emas dan dua perak yang digaransi Indonesia untuk laga Minggu (25/1/2026).
Baca Juga: Saga Transfer Pemain Keturunan Indonesia Juwensley Onstein: Gagal ke AC Milan, Gabung ke Barcelona
“Kalau sesuai yang kami harapkan, Insya Allah kami bisa melampaui target. Untuk menjadi juara umum, peluang kami cukup terbuka. Kalau kita melihat nomor-nomor yang masih tersedia, saat ini peluangnya sudah 70 persen,” kata Jarot.
Tim para bulu tangkis Indonesia mengirimkan 22 atlet untuk memburu prestasi terbaik di ASEAN Para Games ke-13 ini. Komposisi itu terdiri dari 15 atlet putra, dan tujuh putri. Indonesia mengikuti 15 dari 17 nomor yang dipertandingkan pada ajang ini.
Sementara itu, Qonitah Ikhtiar Syakuroh merasa bersyukur bisa melampaui prestasi satu emas dan satu perak pada ASEAN Para Games 2023 di Kamboja. Ketika itu, dia berhasil mendapatkan satu emas dari nomor tunggal putri SL3, dan perunggu dari nomor ganda putri SL3-SU5.
“Di laga final tadi, saya bersyukur bisa mengeluarkan performa terbaik. Alhamdulillah saya bisa memenangkan laga ini. Apalagi, ini adalah kali pertama bagi saya menghadapi wakil Malaysia,” kata perempuan kelahiran Kulonprogo itu.
“Di level Asia Tenggara ini, sampai sekarang belum ada kejutan dari lawan-lawan. Namun, Malaysia menjadi negara yang perlu diwaspadai. Karena usia mereka yang masih muda, ke depannya pasti akan ada peningkatan-peningkatan,”
Setelah berhasil memenuhi target pribadinya dengan meraih satu emas dan satu perak, Qonitah akan mulai mengalihkan fokusnya menuju Asian Para Games 2026. Sebelumnya, ia mengukir medali perak pada edisi 2022 di Hangzhou. Untuk edisi yang terdekat, ia membidik pencapaian yang lebih tinggi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Terbaik di Bawah Rp1,5 Juta, Performa Awet untuk Jangka Panjang
- Langkah Progresif NTT: Program Baru Berhasil Hentikan Perdagangan Daging Anjing di Kupang
- Promo THR Alfamart Maret 2026: Sirup Marjan dan Biskuit Lebaran Diskon Gila-gilaan, Mulai 6 Ribuan
- 5 Mobil Bekas untuk Jangka Panjang: Awet, Irit, Pajak Ringan, dan Ramah Kantong
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
Pilihan
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
-
Patuhi Perintah Trump, Australia Kasih Suaka ke 5 Pemain Timnas Putri Iran
-
Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
Terkini
-
Swiss Open 2026: Leo/Bagas Ungkap Kunci Kemenangan atas Pasangan Chinese Taipei
-
Swiss Open 2026: Teringkir di Babak Awal, Raymond/Joaquin Ungkap Penyebabnya
-
Swiss Open 2026: Ana/Meilysa Lolos ke Babak 16 Besar, Mau Main Tanpa Beban Lawan Pasangan China
-
Swiss Open 2026: Kalah dari Pasangan Malaysia, Rian/Rahmat Akui Tampil Kurang Berani
-
Swiss Open 2026: Rachel/Febi Tumbang dari Pasangan China, Bingung Tak Ada Angin di Lapangan
-
Angkat Pamor Sport Tourism, 3 Kementerian Turun Tangan Dukung Malang Half Marathon 2026
-
Padukan Sensasi Olahraga dan Wisata Budaya, The Ultimate 10K Guncang 4 Kota Besar di Pulau Jawa
-
Ada yang Tembus Semifinal, PBSI Apresiasi Pebulu Tangkis Muda di All England 2026
-
Sabuk WBC Silver International Menanti: Carlos Mena Siap Patahkan Rekor Sempurna Andrei Dascalu
-
Gagal Penuhi Target di All England 2026, PBSI Evaluasi Tim Indonesia