- Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari terhenti di babak 16 besar German Open 2026 usai kalah 13-21, 17-21 dari ganda Jepang Kaho Osawa/Mai Tanabe.
- Pasangan ganda putri Indonesia ini mengakui bahwa masalah konsistensi dan ketenangan menjadi faktor utama kegagalan mereka menjaga keunggulan poin di gim kedua.
- German Open 2026 merupakan turnamen ketiga mereka bersama, sehingga Apriyani/Lanny menjadikan kekalahan ini sebagai bahan evaluasi dalam membangun chemistry.
Suara.com - Ganda putri Indonesia, Apriyani Rahayu dan Lanny Tria Mayasari, bertekad membenahi konsistensi permainan mereka di atas lapangan.
Hal ini dilakukan setelah langkah mereka terpaksa terhenti pada babak 16 besar ajang BWF World Tour Super 300 German Open 2026.
Apriyani/Lanny harus mengakui ketangguhan pasangan Jepang, Kaho Osawa dan Mai Tanabe, yang berhasil meraih kemenangan dua gim langsung.
Pertandingan yang berlangsung di Westenergie Sporthalle, Mülheim an der Ruhr, Jerman, Jumat (27/2/2026) dini hari WIB tersebut berakhir dengan skor 13-21 dan 17-21.
Apriyani secara jujur tidak menampik adanya kekecewaan mendalam atas hasil minor yang baru saja mereka dapatkan.
Namun, ia menegaskan bahwa proses membangun chemistry sebagai pasangan ganda putri yang baru masih menjadi fokus utama saat ini.
"Pasti ada rasa penyesalan, ada rasa marah, dan tentu ada rasa kesal dengan hasil hari ini. Tapi kami harus kembali melihat ini sebagai bagian dari proses kami berdua," ujar Apriyani dalam keterangan resmi PP PBSI di Jakarta, Jumat.
Dirinya kembali mengingatkan bahwa kebersamaan mereka di berbagai turnamen bulu tangkis internasional masih terbilang cukup singkat.
Turnamen German Open tahun ini bahkan baru menjadi turnamen ketiga yang mereka jalani sejak resmi dipasangkan.
Baca Juga: Apri/Lanny Main Rangkap di China Masters 2026, Strategi atau Eksperimen?
"Saya dan Lanny memang baru menjalani beberapa pertandingan bersama, sejauh ini baru tiga turnamen. Jadi masih banyak hal yang harus kami benahi," katanya.
Dalam laga melawan wakil Jepang tersebut, peluang kemenangan sebenarnya sempat terbuka lebar bagi wakil Merah Putih.
Harapan itu muncul terutama pada gim kedua ketika Apriyani/Lanny tampil apik dan sempat memimpin perolehan angka dengan skor 15-10.
Sayangnya, momentum berharga itu gagal dipertahankan hingga akhirnya pasangan Jepang perlahan mampu menyamakan kedudukan menjadi 15-15.
Lawan yang semakin percaya diri kemudian berhasil berbalik unggul dan menutup pertandingan dengan skor ketat 17-21.
Apriyani menyebut masalah inkonsistensi dan kurangnya ketenangan dalam mengambil keputusan menjadi titik krusial yang perlu segera diperbaiki.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Aidan Heslop dan Jonathan Paredes Tampil Spektakuler di Red Bull Cliff Diving World Series Bali 2026
-
Alwi Farhan Singkirkan Unggulan Pertama, Lolos ke Perempat Final Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Sebut Cedera Saraf Lebih Mengerikan dari Patah Tulang
-
Marco Bezzecchi: Mimpi Bagi Semua Pembalap Bisa Menang di Muggello
-
Cal Crutchlow Gantikan Johann Zarco di MotoGP Italia 2026
-
Marc Marquez Fokus Cari Kenyamanan saat Comeback di MotoGP Italia 2026
-
Hasil Singapore Open 2026: Kalahkan Wakil Denmark, Fajar/Fikri Lolos ke Perempatfinal
-
Hilang Fokus, Sabar/Reza Tersingkir di Babak 16 Besar Singapore Open 2026
-
Marc Marquez Siap Comeback di MotoGP Italia 2026
-
Fajar/Fikri Bangkit dari Tekanan untuk Lolos ke 16 Besar Singapore Open 2026