- Satria Muda Pertamina Bandung berhasil mengalahkan Rajawali Medan dengan skor tipis 89-87 pada laga IBL 2026 di Bandung Arena.
- Pelatih Djordje Jovicic mengapresiasi kemenangan tim meski menyoroti penurunan akurasi tembakan dan kelemahan pertahanan lawan dalam menjaga tempo.
- Pemain Yudha Saputera menyebut kekompakan dan fokus tim di saat krusial menjadi kunci utama kemenangan atas Rajawali Medan tersebut.
Suara.com - Satria Muda Pertamina Bandung berhasil meraih kemenangan atas Rajawali Medan dengan skor tipis 89-87 pada laga Indonesian Basketball League (IBL) 2026 di Bandung Arena, Jumat (3/4/2026).
Pelatih Satria Muda Pertamina Bandung, Djordje Jovicic, mengapresiasi kerja keras yang ditampilkan anak asuhnya pada pertandingan tersebut.
Menurutnya, pertandingan ini berjalan sangat ketat,kedua tim saling mengejar poin namun akhirnya pertandingan dimenangkan Satria Muda 89-87.
“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan selamat kepada para pemain atas penampilan luar biasa malam ini," katanya setelah pertandingan.
Djordje Jovicic menuturkan, saat pertandingan anak asuhnya bisa unggul dari tim tamu, namun ada beberapa kesalahan yang membuat lawan bisa mengejar poin.
"Selama hampir 30 menit kami bermain sangat baik, bahkan sempat mencatatkan keunggulan terbesar di kuarter ketiga," ucapnya.
"Namun setelah itu kami berhenti menjalankan tempo permainan dan pergerakan bola, sehingga lawan mampu kembali mengejar. Itu adalah kesalahan kami, dan saya tidak bisa merasa puas dengan situasi seperti itu," jelasnya.
Djordje Jovicic mengatakan, pada pertandingan tersebut Satria Muda Pertamina Bandung mencatat 20 offensive rebound, 19 assist, serta menciptakan banyak peluang tembakan terbuka.
"Sayangnya, malam ini akurasi kami sedikit menurun dibandingkan biasanya sepanjang musim," ungkapnya.
Kemudian, dari segi pertahanan ada beberapa catatan yang harus dibenahi, agar di pertandingan berikutnya anak asuhnya bisa tampil lebih baik.
Baca Juga: Hasil IBL 2026: Pelita Jaya Makin Tak Terbendung, Rajawali Medan Korban Berikutnya
"Di sisi pertahanan, kami juga menghadapi masalah ketika lawan menempatkan pemain besar di sudut untuk tembakan tiga angka, dan ia berhasil mencetak 3 dari 3 percobaan. Secara keseluruhan, mereka mencatat efisiensi 57 persen dari tembakan tiga angka," ujarnya.
"Meski begitu, saya tetap bersyukur atas kemenangan ini karena pertandingan berlangsung sangat berat bagi kami," jelasnya.
Setelah pertandingan tersebut, Satria Muda Pertamina Bandung akan menghadapi RANS Simba Bogor di Bandung Arena, Sabtu (4/4/2026).
"Kini kami hanya memiliki waktu 24 jam untuk melakukan pemulihan dan mempersiapkan tim menghadapi laga berikutnya," tegasnya.
Sementara itu, Yudha Saputera, mengakui pertandingan perdana setelah libur Lebaran tidak mudah, meski demikian dengan kerja keras dan kekompakan tim, Satria Muda akhirnya bisa meraih kemenangan.
"Kami tidak menyangka laga akan berjalan seketat ini, karena lawan tampil sangat baik dengan akurasi tembakan yang tinggi. Kredit patut diberikan kepada mereka atas performa tersebut," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Menang Dramatis, Amri/Nita Melangkah ke Babak 16 Besar BAC 2026
-
Jafar/Felisha Ingin Ulangi Prestasi Tahun Lalu di BAC 2026
-
Adnan/Indah Akui Tertekan Sejak Awal Usai Tersingkir di BAC 2026
-
Bobby/Melati Jadikan BAC 2026 Ajang Belajar Usai Tersingkir di 32 Besar
-
World Athletics Luncurkan Kejuaraan Dunia Maraton sebagai Ajang Mandiri Mulai 2030
-
Pertamina Enduro Fokus Benahi Detail Teknis Jelang Final Four Proliga 2026 Seri Solo
-
BAC 2026: Tersingkir di Kualifikasi, Thalita Ramadhani Akui Fisik Masih Jadi PR
-
Tokoh BWF Sir Craig Reedie Meninggal Dunia, Sosok di Balik Masuknya Bulu Tangkis ke Olimpiade
-
Ubed Lolos Kualifikasi, Tambah Kekuatan Tunggal Putra Indonesia di BAC 2026
-
Alasan IBL All-Star 2026 Digelar di Bandung: Kota Basket yang Tak Pernah Mati