Sport / Raket
Selasa, 14 April 2026 | 15:40 WIB
Polytron Indonesia Open 2026 siap digelar di Istora Senayan dengan kecanggihan teknologi dan tiket terjangkau demi merebut kembali predikat turnamen terbaik di dunia. [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Polytron Indonesia Open 2026 mengusung konsep inovasi teknologi dan "Pesta Rakyat" dengan harga tiket yang lebih terjangkau bagi para penggemar di Istora Senayan.
  • Penyelenggara menerapkan konsep keberlanjutan melalui penggunaan kendaraan listrik bagi mobilitas atlet papan atas dunia selama turnamen berlangsung pada Juni 2026.
  • Indonesia akan menurunkan kombinasi pemain muda pelatnas dan senior non-pelatnas seperti Jonatan Christie demi mengejar prestasi maksimal di level BWF Super 1000.

Suara.com - Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto menegaskan ingin mengembalikan predikat terbaik dunia ke turnamen BWF World Tour Super 1000 itu. 

Target itu membuat panitia melakukan banyak perubahan besar melalui integrasi kecanggihan teknologi dan konsep hiburan olahraga.

Indonesia Open 2026 dijadwalkan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada tanggal 2 hingga 7 Juni 2026 mendatang.

Panitia penyelenggara berkomitmen memberikan pengalaman berbeda bagi para pencinta bulu tangkis dengan menghadirkan inovasi digital serta akses tiket yang jauh lebih terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Pesta Rakyat" Bulu Tangkis dengan Inovasi Teknologi

Panitia Pelaksana Polytron Indonesia Open 2026, Achmad Budiharto (tengah) [dok.istimewa]

Konsep inovatif ini tidak hanya diterapkan pada jalannya pertandingan di lapangan, tetapi juga mencakup keseluruhan pengalaman pengunjung saat berada di area luar lapangan.

Budiharto menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai area interaktif serta aktivitas menarik yang dapat dinikmati oleh para pengunjung selama turnamen berlangsung.

Inovasi tersebut diharapkan mampu memperkaya pengalaman penonton sekaligus memperkuat daya tarik turnamen sebagai salah satu ajang bulu tangkis kasta tertinggi di kalender dunia.

Selain sisi teknologi, panitia berupaya memperluas akses bagi para penggemar fanatik dengan menetapkan harga tiket yang diklaim lebih bersahabat di kantong.

Baca Juga: Langkah Fadia/Tiwi Terhenti di Perempat Final Indonesia Masters 2026

"Kami juga mengumumkan bahwa penjualan tiket akan dibuat lebih affordable agar makin banyak badminton lovers yang bisa datang langsung ke Istora dan merasakan atmosfer turnamen kelas dunia," ujar Budiharto dalam konferensi pers di Jakarta.

Dukungan Transportasi Listrik untuk Mobilitas Atlet

Langkah ini menjadi bagian dari upaya serius panitia untuk menjadikan Indonesia Open sebagai “pesta rakyat bulu tangkis” yang inklusif bagi semua orang.

Dukungan penuh terhadap kesuksesan turnamen ini juga datang dari sponsor utama, Polytron, yang membawa pendekatan berbasis teknologi keberlanjutan.

Salah satu bentuk kontribusi nyata adalah penyediaan kendaraan listrik sebagai sarana mobilitas utama bagi para atlet papan atas dunia selama turnamen berlangsung.

Direktur Komersial Polytron, Tekno Wibowo, menegaskan bahwa keterlibatan pihaknya bukan sekadar pemberian sponsor biasa, melainkan bentuk dukungan untuk ekosistem olahraga nasional.

"Dukungan kami bukan sekadar sponsorship, melainkan juga kontribusi nyata dalam menghadirkan ekosistem kompetisi berkualitas bagi atlet Indonesia,” tutur Tekno Wibowo.

Akselerasi Pemain Muda di Panggung Super 1000

Sekretaris Jenderal PP PBSI, Ricky Soebagdja, menyebut bahwa Indonesia Open 2026 memiliki peran sangat vital bagi momentum prestasi atlet nasional di kandang sendiri.

PBSI saat ini tengah memberikan perhatian khusus pada program akselerasi pemain muda guna meningkatkan daya saing mereka di kancah internasional yang semakin kompetitif.

Sejumlah nama pemain andalan seperti Alwi Farhan, Fajar Alfian, Muhammad Shohibul Fikri, hingga Putri Kusuma Wardani dipastikan akan turun bertanding.

Selain penggawa pelatnas, pemain profesional non-pelatnas seperti Jonatan Christie juga disiapkan untuk menjaga gengsi juara di hadapan publik sendiri.

Ricky berharap kehadiran para pemain muda ini mampu memberikan kejutan dan performa maksimal saat berhadapan dengan pebulu tangkis terbaik dari berbagai negara.

Nostalgia Predikat Turnamen Terbaik Versi BWF

Ambisi besar untuk menjadi yang terbaik di dunia ini sebenarnya bukan tanpa alasan, mengingat sejarah panjang kesuksesan penyelenggaraan turnamen di tanah air.

BWF bahkan pernah memberikan pujian setinggi langit pada gelaran Indonesia Open edisi 2013 sebagai ajang bulu tangkis paling hebat dan mewah yang pernah ada.

Event Director BWF saat itu, Darren Parks, menyatakan bahwa negara-negara lain harus belajar banyak dari Indonesia dalam menyelenggarakan turnamen dengan kualitas setinggi itu.

Parks mengungkapkan kekagumannya terhadap totalitas panitia yang tidak hanya fokus pada hal besar, tetapi juga sangat teliti memperbaiki detail kecil seperti kebersihan fasilitas toilet.

Kemasan acara di dalam Istora Senayan yang terlihat sangat mewah dan elegan kala itu menjadi standar baru bagi turnamen bulu tangkis di tingkat internasional.

Latar Belakang Indonesia Open sebagai Kiblat Bulu Tangkis Dunia

Berdasarkan catatan sejarah, Indonesia Open telah lama diakui oleh Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) sebagai barometer penyelenggaraan turnamen olahraga yang ideal.

Kekuatan utama Indonesia terletak pada fanatisme luar biasa dari ribuan penonton yang selalu memadati tribun Istora Senayan sejak hari pertama pertandingan dimulai.

Situasi atmosfer yang "panas" dan penuh gairah tersebut merupakan aset unik yang tidak dimiliki oleh negara penyelenggara lain, termasuk turnamen sekelas All England.

Meskipun kapasitas Istora Senayan dinilai lebih kecil dibandingkan arena global lainnya, kualitas kompetisi dan dedikasi panitia pelaksana tetap menempatkan Indonesia Open di posisi teratas.

Melalui edisi 2026, panitia penyelenggara berambisi membangkitkan kembali memori kejayaan tersebut dengan sentuhan modernitas teknologi demi memuaskan dahaga para pencinta bulu tangkis.

Load More