- Jakarta Garuda Jaya mengalahkan Surabaya Samator dengan skor 3-2 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, pada hari Rabu lalu.
- Kemenangan tersebut diraih berkat penerapan pola permainan terbuka dan ketenangan pemain Garuda Jaya dalam poin krusial.
- Hasil imbang ini memaksa kedua tim menjalani laga penentuan pada Kamis, 23 April, menggunakan format best of three.
Suara.com - Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, menyebutkan pola permainan terbuka para pemainnya menjadi kunci kemenangan atas Surabaya Samator pada laga kedua perebutan peringkat ketiga Proliga 2026 di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Rabu.
"Anak-anak bermain lebih terbuka dibandingkan dengan pertandingan pertama," kata Nur Widayanto usai kemenangan Garuda Jaya atas Samator dengan skor 3-2 (25-23, 22-25, 19-25, 25-22, 15-13).
Dengan kemenangan itu, Garuda Jaya menyamakan kedudukan menjadi 1-1 setelah sebelumnya dikalahkan Samator pada pertemuan pertama dengan skor 3-0 (25-17, 25-20, 25-20).
Hasil tersebut membuat persaingan kedua tim berlanjut ke laga penentuan karena menggunakan format best of three yang dijadwalkan pada Kamis (23/4) pukul 16.00 WIB.
Widayanto mengatakan anak asuhnya bermain lebih terbuka sehingga mampu membendung serangan pemain Samator sekaligus melancarkan serangan balik.
Selain itu, para pemain juga tampil lebih tenang sehingga dapat mengamankan poin-poin krusial untuk meraih kemenangan.
Sementara itu, Manajer Tim Surabaya Samator, Hadi Sampurno, mengatakan bahwa pihaknya telah diperingatkan sebelum laga terkait Garuda Jaya yang akan tampil lebih baik pada pertandingan kedua.
Para pemain telah menjalankan strategi untuk unggul poin, namun faktor ketenangan masih menjadi bahan evaluasi penting.
"Set pertama kami sudah unggul, tetapi para pemain kurang tenang," katanya.
Baca Juga: Jakarta Electric PLN Paksa Laga Penentuan, Tumbangkan Popsivo 3-2
Permainan yang tidak tenang dalam membendung serangan maupun saat menyerang juga diakui oleh salah satu pemain asing Samator, Jordan Michael.
"Garuda Jaya tampil lebih tenang, sedangkan Samator seperti tertekan," katanya.
(Antara)
Berita Terkait
-
Jakarta Electric PLN Paksa Laga Penentuan, Tumbangkan Popsivo 3-2
-
Grand Final Proliga 2026: Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Leg Ketiga Usai Menang Tipis 3-2
-
Popsivo Polwan Bungkam Electric PLN 3-0, Selangkah Lagi Rebut Posisi Ketiga Proliga 2026
-
Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama
-
PBVSI Terapkan Format Pertandingan Baru di Final Proliga 2026
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
Terkini
-
Adaptasi Shuttlecock Cepat Jadi Fokus Tim Indonesia Jelang Piala Thomas & Uber 2026
-
Jakarta Electric PLN Paksa Laga Penentuan, Tumbangkan Popsivo 3-2
-
Grand Final Proliga 2026: Garuda Jaya Paksa Samator Mainkan Leg Ketiga Usai Menang Tipis 3-2
-
Fokus Adaptasi, Tim Indonesia Mulai Jajal Lapangan Forum Horsens Malam Ini
-
Popsivo Polwan Bungkam Electric PLN 3-0, Selangkah Lagi Rebut Posisi Ketiga Proliga 2026
-
Legenda Kempo Indra Kartasasmita Tutup Usia, KONI Sampaikan Duka Mendalam
-
Hasil Undian Grup Piala Dunia Bola Basket Putri 2026, 16 Tim Siap Bertarung
-
Dwi Kewarganegaraan akan Diterapkan di Indonesia, Siapa yang Bisa Dapat Kesempatan ini?
-
Hasil Proliga 2026: Surabaya Samator Ungguli Garuda Jaya pada Leg Pertama
-
Kartini Masa Kini di Lapangan Basket, Nirmala Dewi Ajak Perempuan Terus Berprestasi