- World Boxing Association menolak memberikan gelar juara kepada Rico Verhoeven meski berhasil mengalahkan Oleksandr Usyk di Mesir.
- Keputusan tersebut diambil karena Verhoeven belum terdaftar dalam sistem peringkat resmi tinju profesional organisasi WBA saat ini.
- Duel antara Verhoeven dan Usyk dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 23 Mei 2026 mendatang di negara Mesir.
Suara.com - Mimpi penguasa kickboxing dunia, Rico Verhoeven, untuk merebut sabuk juara tinju kelas berat WBA dipastikan kandas sebelum pertarungan dimulai.
World Boxing Association mengeluarkan keputusan mengejutkan dengan menolak mengakui petarung asal Belanda tersebut sebagai juara dunia meski berhasil mengalahkan Oleksandr Usyk.
Aturan administratif yang ketat membuat Verhoeven harus menelan kenyataan pahit menjelang duel lintas disiplin yang akan digelar di Mesir pada 23 Mei 2026.
Terganjal Aturan Peringkat Profesional
Keputusan WBA didasari status Verhoeven yang belum terdaftar dalam sistem peringkat tinju profesional organisasi tersebut.
“Jika Verhoeven menang melawan Usyk, ia tidak akan diakui sebagai juara WBA karena saat ini ia tidak masuk dalam peringkat tinju profesional organisasi WBA,” tulis pernyataan resmi WBA dikutip dari ANTARA.
Artinya, jika Verhoeven mampu menciptakan kejutan dan mengalahkan Usyk, sabuk juara kelas berat WBA tetap tidak akan berpindah tangan.
Meski demikian, WBA memastikan kemenangan atas Usyk akan membuka jalan bagi Verhoeven untuk masuk ke daftar peringkat resmi mereka.
Sebaliknya, apabila Usyk menang, statusnya sebagai juara dunia kelas berat WBA tetap akan diakui secara penuh.
Baca Juga: Tinju Dunia: Oleksandr Usyk Incar Deontay Wilder Usai Lepas Sabuk WBO
Rekam Jejak Mengerikan Rico Verhoeven
Bagi penggemar olahraga tarung, nama Rico Verhoeven bukan sosok asing.
Petarung berusia 36 tahun itu dikenal sebagai salah satu kickboxer paling dominan dalam dua dekade terakhir.
Sejak memulai karier profesional pada 2005, Verhoeven telah menjalani total 76 pertarungan kickboxing.
Ia bahkan baru saja melepas gelar Glory Kickboxing Heavyweight setelah mencatat rekor tak terkalahkan selama 11 tahun.
Dominasi tersebut menjadi modal besar saat dirinya memutuskan menantang Usyk di ring tinju profesional.
Berita Terkait
-
Sabuk WBC Silver International Menanti: Carlos Mena Siap Patahkan Rekor Sempurna Andrei Dascalu
-
Brutal! Vartan Arutyunyan Rebut Gelar Juara Dunia Interim WBA usai Pukul TKO Yunovidov
-
The Gypsy King Is Back! Tyson Fury Tantang Arslanbek Makhmudov April Mendatang
-
Anthony Joshua Diperbolehkan Tinggalkan Rumah Sakit usai Kecelakaan Mengerikan
-
Naoya 'The Monster' Inoue Pertahankan Gelar, Ini Daftar Lengkap Juara Dunia WBC Terbaru
Terpopuler
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
Pilihan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
Terkini
-
Turnamen Golf Paramount Gading Serpong jadi Sorotan, Hadiah Rumah hingga Mobil
-
Leo Rolly/Daniel Diproyeksikan untuk Tampil di Olimpiade 2028
-
Pelatih Ganda Putra Indonesia Pasang Target Juara di Indonesia Open 2026
-
Thalita Ramadhan Akui Fisik Jadi Sebab Kekalahan atas Wakil India di Malaysia Masters 2026
-
Kejutan! Leo/Daniel Tersingkir di Babak Pertama Malaysia Masters 2026
-
Tampil Impresif, Ubed Singkirkan Lakhsya Sen di Malaysia Masters 2026
-
Jonatan Christie Ungkap Alasan Turun di Malaysia Masters 2026
-
Gregoria Mariska Tunjung Hengkang, Putri KW Emban Tugas Berat di Pelatnas
-
Fajar/Fikri Fokus Bangkit, Tak Mau Larut dari Hasil Buruk Piala Thomas 2026
-
Fajar/Fikri Matangkan Persiapan Jelang Singapura Open dan Indonesia Open 2026