Salah satu tantangan dalam transformasi digital di Indonesia adalah masih banyaknya konten negatif yang beredar, termasuk di antaranya adalah hoaks yang seringkali meresahkan masyarakat. Hoaks menjadi salah satu ancaman di tengah keberagaman masyarakat yang tinggi, karena bisa mengadu domba dengan issue SARA.
Salah satu upaya untuk memerangi isu hoaks adalah melakukan sinergi dengan pelbagai macam pihak. Sinergi untuk melawan hoaks boleh menjadi sangat penting, terlebih menjelang Pemilu 2024, dan kampus menjadi elemen penting dalam upaya ini.
Sebagai sebuah lembaga pendidikan, tentunya universitas dapat memainkan peran penting dan sentral bagi para mahasiswa dan mahasiswinya terkait sebaran hoak, dan bagaimana cara meminimalisir dan menagggulanginya secara berkala.
Seperti apa yang dilakukan oleh Universitas Widya Mandala yang membangun kerja sama dengan lembaga nonprofit anti fitnah ujaran kebencian dan hoaks (MAFINDO) dalam bidang edukasi dan penelitian terkait issue literasi digital, khususnya terkait upaya melawan hoaks di Indonesia.
Kerja sama ini ditandatangani oleh Dekan, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Brigitta Revia Sandy Fista., S.I.Kom.,M.Med.Kom, dan Ketua Presidium MAFINDO Septiaji Eko Nugroho.
Selain itu, diresmikan pula Komisariat MAFINDO Universitas Widya Mandala oleh Koordinator Wilayah Mafindo Surabaya Raya, Adven Sarbani, sebagai tempat bersinergi mahasiswa dalam upaya meningkatkan literasi digital positif masyarakat Indonesia.
Diharapkan, mahasiswa dapat menjadi agen penjernih informasi di masyarakat dengan aktif sebagai pemeriksa fakta dan content creator yang bisa menjangkau banyak masyarakat dengan konten kreatifnya. Selain itu mahasiswa tentu sangat bisa berperan dan terjun ke masyarakat secara langsung sebagai agen edukasi literasi digital yang terjun langsung ke masyarakat.
Berita Terkait
-
Kominfo, Siberkreasi dan Mafindo Gelar Kelas Kebal Hoaks
-
Agar Rekam Jejak Terlihat Positif, Mafindo Minta Masyarakat Bijak Mengelola Informasi yang Beredar di Media Sosial
-
MAFINDO Ajak Perempuan di Bali untuk Tangkal Hoaks
-
Mafindo Ingatkan Publik untuk Waspadai Kejahatan Online Phising
-
Gemar Sebar Hoaks, Lansia Kini Jadi Target Program Literasi Digital Mafindo
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Tak Butuh Bantuan China, Donald Trump: Xi Jinping Bestie Awak
-
Harga Emas Antam Berbalik Anjlok, Hari Ini Dipatok Rp 2.839.000/Gram
-
Pasar Kripto Ambyar! Inflasi Meledak, Bitcoin dan Altcoin Kompak Terkapar
-
Pengangguran Masih 7,24 Juta Orang, Masalahnya Bukan Sekadar Minim Lowongan
-
Identitas 4 Pekerja Migran Indonesia yang Meninggal Tenggelam di Malaysia 10 Masih Hilang
-
Peserta LCC Empat Pilar MPR RI Diduga Diintimidasi Usai Protes Penilaian Juri
-
Berapa Harga Lipstik Dior Ori? Ini Daftar Harga dan 4 Lipstik Lokal yang Lebih Murah
-
Emiten MDLA Bagikan Dividen Tunai Rp 176,56 Miliar
-
Di Depan Investor Global, Purbaya Pamer Tuntaskan 45 Masalah Hambatan Investasi RI
-
Mentang-mentang Serumpun! Sindiran Pedas Malaysia Usai Puluhan WNI Jadi Korban Kapal Tenggelam