Sukabumi.suara.com – Demo atau unjuk rasa merupakan salah satu cara dalam menyampaikan pendapat dalam demokrasi sekarang ini. Namun sebenarnya musyawarah atau diskusi adalah cara lebih baik.
Lalu bagaimana jika kita harus ikut demo dalam menyampaikan pedapat. Tentunya kita harus membawa peralatan atau starter kit. Nah, dalam kesempatan kali ini akan kita uraikan apa saja starter kit saat mengikuti demo.
1. Kacamata Pelindung, dan Masker
Fakta di lapangan saat terjadi kericuhan yang sulit diredam, biasanya petugas kepolisian akan memukul mundur massa dengan memberikan penembakan gas air mata.
Paparan gas air mata memang tidak sering menyebabkan kefatalan hingga meninggal dunia. Namun, pengetahuan pertolongan pertama soal gas air mata patut diketahui semua orang.
Laman International News Safety Institute menulis jika Anda mengalami paparan gas air mata, langkah pertama yang harus dilakukan adalah menggunakan topeng gas, kacamata pelindung, dan masker.
Jika tak memiliki perlengkapan di atas, Anda bisa menutup mata, mulut, dan hidung dengan saputangan atau kain. Pergi ke area yang jauh dari paparan gas air mata, usahakan pergi ke daerah yang lebih tinggi karena gas air mata memiliki massa yang lebih berat daripada udara.
2. P3K
P3K atau Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan adalah barang wajib yang harus dibawa ketika berdemo atau berunjuk rasa. Hal ini tentunya untuk berjaga-jaga jika kita atau teman kita terluka sebelum kita menemui tim medis.
Baca Juga: Tak Ada Kejelasan, Ini 5 Tanda Tak Serius Ingin Menikahi Kamu
3. Jaket / Almamater
Jangan lupa untuk membawa jaket atau almamater. Selain berfungsi sebagai tenda pengenal, jaket atau almamater berguna dalam melindungi kulit kita dari sengatan sinar matahari.
4. Pasta Gigi atau Odol
Pasta gigi sering kali dibawa oleh para peserta demo diklaim dapat melindungi area sekitar mata yang terpapar gas air mata.
Sayangnya, hingga kini belum ada penelitian ilmiah yang membuktikan manfaat maupun dampak dari penggunaan pasta gigi tersebut.
5. Tabir surya
Berita Terkait
-
Mahasiswa PMII Purwakarta Turun ke Jalan Kritik Kenaikan Harga BBM
-
Demonstrasi Kenaikan Harga BBM di Jakarta, Polisi: Kita Lakukan Pendekatan Humanis
-
Protes BBM Naik, Buruh di Sumut: Presiden Sangat Begitu Merakyat, Tapi Kebijakannya Mencekik Rakyat
-
Penolakan Kenaikan Harga BBM di Berbagai Daerah Makin Menguat, Bagaimana Situasinya?
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Satu Dekade Buttonscarves: Dari Mimpi Sederhana Menjadi Ikon Fashion Kebanggaan Indonesia
-
Tunjangan Bupati-Wakil Bupati Siak Dipangkas, Tapi Anggaran Rumah Dinas Naik
-
OJK Minta Pinjol Kasih Utang ke Program MBG
-
Duh! Guru dan Murid di Blora Jadi Korban Investasi Bodong, Ini 7 Faktanya
-
Serial The Facade of Love Resmi Diproduksi, Netflix Ungkap Para Pemeran
-
Apa Maksud Hustle Culture? Mengenal Sisi Lain Budaya 'Gila Kerja'
-
Usai Lawatan ke Eropa, Prabowo Langsung Tancap Gas Bahas Program Prioritas di Ratas
-
RI Borong Minyak Rusia, Soal Volume Bahlil Enggan Jawab
-
Miris! Tolak Batal Puasa, Siswa SD di Brebes Dihajar 6 Teman Sekelas, Ini 7 Faktanya
-
Paus Leo ke Masjid Agung Aljazair: Assalamualaikum