-
Paus Leo XIV melakukan kunjungan apostolik ke Aljazair untuk memperkuat dialog antarumat beragama.
-
Pemimpin Katolik dunia tersebut mengunjungi Masjid Agung Aljir dan menyerukan perdamaian global.
-
Kunjungan ini menekankan pentingnya moderasi beragama dan penghormatan terhadap martabat setiap manusia.
Suara.com - Kunjungan apostolik Paus Leo XIV ke Aljazair menandai babak baru dalam upaya mempererat hubungan lintas iman global.
Kehadiran pemimpin tertinggi Gereja Katolik ini di tanah Afrika membawa pesan kuat mengenai pentingnya rekonsiliasi sejarah.
Paus secara khusus memberikan perhatian pada nilai-nilai moderasi beragama saat menyambangi salah satu ikon Islam dunia.
Dikutip dari Vatican News, langkah ini dianggap sebagai jawaban atas tantangan polarisasi yang sering melanda masyarakat internasional saat ini.
Kehangatan sambutan warga Aljazair menunjukkan keterbukaan dialog yang sangat dibutuhkan dalam diplomasi kemanusiaan modern saat ini.
Setibanya di negara tersebut, Paus Leo XIV memberikan kejutan budaya dengan menyampaikan salam khas umat Muslim.
"Saudara-saudari Aljazair yang terkasih, semoga kedamaian menyertai Anda, assalamualaikum. Saya bersyukur kepada Tuhan karena telah memberi saya kesempatan untuk mengunjungi negara Anda," kata Paus Leo mengawali pidatonya.
Ucapan tersebut menjadi simbol penghormatan tinggi terhadap tradisi lokal dan keyakinan masyarakat setempat yang mayoritas Muslim.
Paus mengawali rangkaian kegiatannya dengan berziarah ke Monumen Martir guna mengenang perjuangan rakyat melawan kolonialisme.
Baca Juga: 8 Fakta Serangan Donald Trump ke Paus Leo XIV yang Tak Henti-Henti
Momen tersebut digunakan Paus untuk mengingatkan dunia tentang dampak buruk peperangan dan pentingnya saling memaafkan.
Seruan Rekonsiliasi di Monumen Martir
Dalam suasana penuh khidmat, Paus mendoakan para korban yang gugur selama perang kemerdekaan dari Prancis.
Beliau menekankan bahwa setiap bangsa berhak mendapatkan kedaulatan dan hidup dalam atmosfer perdamaian yang abadi.
"Di tempat ini, marilah kita ingat bahwa Tuhan menginginkan perdamaian bagi setiap bangsa," katanya.
Pernyataan ini menegaskan posisi Vatikan dalam mendukung keadilan sosial dan kebebasan bagi setiap manusia di bumi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
Usai Lawatan ke Eropa, Prabowo Langsung Tancap Gas Bahas Program Prioritas di Ratas
-
Kepada Bahlil, Prabowo Perintahkan Sikat Tambang Ilegal di Hutan: Diberi Waktu Satu Minggu
-
Israel Pertahankan Zona Keamanan 10 Kilometer di Lebanon Selama Masa Gencatan Senjata
-
Israel dan Lebanon Hentikan Kontak Senjata Selama 10 Hari untuk Memulai Proses Diplomasi
-
TNI AD Bangun 300 Jembatan dalam 3 Bulan, KSAD Laporkan Langsung ke Prabowo
-
Banjir Setinggi 1 Meter Lebih Rendam Kebon Pala Jaktim Pagi Ini
-
Serangan Udara Israel di Ghazieh Tewaskan 7 Warga Sipil Menjelang Kesepakatan Gencatan Senjata
-
PAM JAYA Lanjutkan Distribusi Toren Gratis, Kini Sasar 270 Hunian di Jakarta Utara
-
Raih KWP Awards, Legislator NasDem Arif Rahman: Anggota DPR Harus Selalu Turun ke Rakyat
-
Megawati Beri Hard Warning ke Kader PDIP: Jangan Korupsi, Turun ke Bawah!