Sukabumi.suara.com – Posisi atlet Indonesia dalam ranking BWF mengalami sedikit perubahan, karena adanya perubahan posisi yang dialami tunggal putra Anthony Sinisuka Ginting, dan ganda putra Indonesia Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan.
Berdasarkan peringkat terbaru Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) yang dirilis pada Selasa (7/9/2022), Ginting turun satu tingkat dari posisi lima ke posisi keenam dunia usai tersingkir di perempat final Japan Open 2022, dengan mengantongi 89.879 poin.
Sementara itu tunggal putra Indonesia lainnya yakni Jonatan Christie, tertahan di posisi delapan dengan 79.662 poin, dan Shesar Hiren Rhustavito di posisi ke-24 dengan 53.603 poin.
Dari sektor ganda putra, pasangan Hendra/Ahsan juga turun satu tingkat dari peringkat tiga ke peringkat empat, setelah hanya bertahan hingga babak kedua di Jepang. Hal tersebut membuat Hendra/Ahsan bertukar tempat dengan Lee Yang/Wang Chi-Lin asal Taiwan yang naik ke peringkat tiga.
Kendati begitu, ganda putra Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo masih kokoh di puncak peringkat ganda putra dengan 107.527 poin. Namun posisi mereka dibayangi ganda putra asal Jepang yakni Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan 102.050 poin.
Ganda putra Indonesia lainnya, yakni Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto masih berada di peringkat enam dunia dengan mengoleksi 86.855 poin.
Adapun tiga pasangan lain yakni Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, tidak mengalami perubahan dari peringkat mereka masing-masing dan tetap berada di posisi 14, 18, dan 20 dunia.
Adapun posisi dan perubahan peringkat sektor lain dari atlet badminton Indonesia adalah sebagai berikut:
- Tunggal putri, Gregoria Mariska Tunjung bertahan di posisi 23 dunia dengan 52.181 poin,
Baca Juga: Dua Pemuda Ini Main Badminton Jam 2 Pagi, Netizen: Penerus The Minions
- Ganda putri, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti naik sembilan tingkat tingkat ke posisi 31 dengan 45.690 poin,
- Ganda putri, Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi naik enam tingkat ke posisi 36 dengan 41.168 poin,
- Ganda campuran, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti masih tertahan di urutan kelima dunia dengan 91.799 poin,
- Ganda campuran, Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari turun dua peringkat ke urutan 18 dunia dengan 60.500 poin,
- Ganda campuran, Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, turun empat tingkat ke posisi 31 dunia dengan 42.740 poin.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Rayakan HUT ke-18 Partai Secara Sederhana, Sejumlah Elit Gerindra Mulai Berdatangan ke Kertanegara
-
Keluarga yang Tak Dirindukan: Potret Pahit Generasi Sandwich di Netflix
-
Apakah HP Kemasukan Air Bisa Diperbaiki? Ini 5 Rekomendasi Ponsel Tangguh Tahan Air
-
Petaka di Jalur Besi Tanah Sareal: Warga Penjaga Palang Pintu Tergeletak Usai Tertemper Kereta
-
Apakah Sepeda Lipat Bisa Naik KRL? Cek 5 Rekomendasi Paling Kokoh yang Penuhi Syarat
-
Kementerian PU Uji Coba Pengaliran Air di Daerah Irigasi Jambo Aye
-
4 Moisturizer Lokal Licorice untuk Wajah Cerah dan Lembap Sepanjang Hari
-
5 Brand Parfum Lokal Anti Mainstream, Wajib Masuk Koleksi!
-
Nia Ramadhani Akhirnya Klarifikasi Isu Cerai dengan Ardi Bakrie
-
Pendidikan Tanpa Ketegasan: Dilema Jadi Guru di Zaman Mudah Tersinggung